12 Altar Dewa Dewi Agung Hadir di Tian Fu Gong, Wajah Baru Wisata Religi PIK

Di kawasan PIK yang selama ini dikenal lewat restoran, kafe, dan hiburan modern, hadir satu ruang baru yang menawarkan suasana sangat berbeda. Tian Fu Gong di Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk, disiapkan menjadi tujuan wisata religi baru di Jakarta Utara dengan daya tarik utama berupa 12 altar Dewa Dewi Agung.

Keberadaan kelenteng ini langsung memberi warna lain di tengah lanskap urban yang serbamodern. Dengan arsitektur tradisional Tionghoa dan nuansa sakral yang kuat, Tian Fu Gong tidak hanya ditujukan untuk ibadah umat Tridharma, tetapi juga berpotensi menarik pengunjung umum yang ingin melihat ruang budaya dan spiritual yang berbeda di Jakarta.

12 altar dengan makna ibadah yang berlapis

Di dalam Tian Fu Gong, 12 altar menjadi elemen yang paling menonjol. Setiap altar membawa makna spiritual yang berbeda, mulai dari kesehatan, keselamatan, kebajikan, rezeki, jodoh, hingga keturunan.

Susunan altar itu menampilkan nama-nama yang dikenal dalam tradisi Tionghoa, seperti Yu Huang Da Di atau Tian Gong, Tai Shang Lao Jun, Erlang Shen, Xuan Tian Shang Di, dan Jiu Tian Xuan Nü. Kehadiran deretan altar tersebut memperkuat fungsi kelenteng sebagai tempat ibadah yang sarat simbol dan makna.

Figur-figur yang hadir di dalam kelenteng

Selain nama-nama besar tadi, Tian Fu Gong juga menghadirkan altar Fu De Zheng Shen atau Tua Pek Kong yang sangat dikenal dalam tradisi Tionghoa. Ada pula altar Guan Sheng Di Jun, Bao Sheng Da Di, dan Wu Lu Cai Shen yang melengkapi ragam pemujaan di dalam kelenteng.

Dua altar lain turut menonjol karena berkaitan dengan harapan hidup yang dekat dengan keseharian umat. Yue Xia Lao Ren dikenal sebagai dewa jodoh, sedangkan Zhu Sheng Niang Niang dipercaya berkaitan dengan keturunan dan kelahiran.

Nama yang membawa makna kemakmuran

Tian Fu Gong sendiri berarti “Istana Kemakmuran Agung”. Makna itu sejalan dengan perannya sebagai ruang ibadah sekaligus titik temu antara nilai budaya, spiritualitas, dan arsitektur tradisional Tionghoa.

Pada saat yang sama, kelenteng ini juga membawa nilai visual yang kuat bagi masyarakat umum. Ornamen khas Tionghoa, detail bangunan yang sarat simbolisme, dan suasana yang tenang membuatnya menonjol di tengah kawasan PIK yang identik dengan wajah modern.

Posisi baru di Riverwalk Island

Kehadiran Tian Fu Gong ikut mengubah wajah Riverwalk Island menjadi lebih beragam. Kawasan ini tidak lagi hanya dikenal sebagai ruang publik bernuansa gaya hidup modern, tetapi juga mulai menampung ruang-ruang spiritual dari latar yang berbeda.

Sebelum Tian Fu Gong hadir, area ini sudah dikenal memiliki Kuil Si Mian Fo. Riverwalk Island juga memiliki Masjid Al-Ikhlas PIK dengan gaya Islamic Classical Architecture yang mampu menampung hingga 600 jemaah.

Menjelang pembukaan resmi

Tian Fu Gong dijadwalkan diresmikan pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Menjelang pembukaan, bangunannya sudah mulai menarik perhatian karena tampil berbeda di tengah kawasan yang selama ini dipenuhi wajah urban dan serba kontemporer.

Bagi umat Tridharma, kelenteng ini menambah pilihan ruang ibadah yang representatif di Jakarta Utara. Bagi pengunjung umum, Tian Fu Gong membuka peluang sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang memperkaya pengalaman ruang di Jakarta.

Source: www.suara.com
Exit mobile version