Ketegangan paling besar di Byon Madness Vol. 4 justru tidak hanya datang dari jumlah pertarungan yang padat, tetapi dari duel yang sudah lebih dulu panas di luar ring. Pertemuan Yeamie Lee alias Sun Go Kong melawan Awangku Abdul Rahman atau Aman Koboi menjadi sorotan utama karena rivalitas keduanya telah berkembang jauh sebelum bel pertandingan berbunyi.
Ajang tinju hiburan ini akan digelar di Spike Air Dome, PIK 2, pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan total 13 pertarungan. Susunan laga yang rapat membuat malam tersebut diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal sampai akhir.
Reputasi seri Madness juga ikut menaikkan ekspektasi penonton. Promotor menyebut rasio knockout di seri ini mencapai 80 persen, angka yang disebut sebagai yang tertinggi di dalam Byon Combat.
Pertarungan Sun Go Kong dan Aman Koboi menjadi magnet terbesar karena konflik mereka tidak lahir di dalam arena. Ketegangan itu bermula dari tantangan terbuka pada gelaran Byon Combat sebelumnya, lalu berlanjut menjadi perang urat syaraf di media sosial.
Situasi tersebut membuat duel mereka kerap disebut warganet sebagai “Partai Bacot vs Bacot”. Bagi Sun Go Kong, laga ini menjadi kesempatan untuk menjaga reputasi sebagai “Raja Kera”, sementara Aman Koboi datang dengan misi mematahkan dominasi lawannya di panggung resmi.
Kartu utama penuh pertaruhan
Selain duel utama itu, empat laga lain di kartu utama juga membawa tekanan besar. Kansa Andhika atau Turkishboy akan berhadapan dengan Chima Okefielem dalam laga yang dinilai bisa memengaruhi persaingan liga tinju influencer di ekosistem Byon Combat.
Nelson Julianto juga masuk perhatian saat melawan Kallens Barthez. Keduanya sama-sama punya modal kemenangan atas Dewa Aji, tetapi Kallens disebut memiliki keunggulan psikologis karena pernah menjatuhkan lawan yang sama.
Haris Sofyan akan turun dengan misi bangkit ketika menghadapi Bashir Mazreavi. Haris datang setelah kalah dari Ammarul, sedangkan Bashir membawa gaya ortodoks yang berbahaya dan membidik posisi di ranking divisi 67kg.
Umar Al-Matin juga menghadapi ujian berat saat bertemu Ahmad Omar. Petarung asal Malaysia itu punya lebih dari 15 kemenangan dan dikenal agresif lewat kombinasi spam elbow yang bisa menguji ketahanan lawan.
13 duel yang sudah diumumkan
Susunan pertarungan yang telah diumumkan menunjukkan bahwa Byon Madness Vol. 4 dirancang untuk menjaga intensitas tetap tinggi sejak laga pembuka. Komposisi ini menempatkan duel berisiko tinggi tidak hanya di partai utama, tetapi juga di rangkaian awal.
Daftar pertarungannya terdiri dari Awangku Abdul Rahman alias Aman Koboi melawan Yearmie Lee alias Sun Go Kong, Kansa Andhika alias Turkishboy melawan Chima Okefielem, Nelson Julianto melawan Kallens Barthez, Haris Sofyan melawan Bashir Mazreavi, dan Umar Al-Matin melawan Ahmad Omar.
Laga lainnya mempertemukan Ferian Hidayat alias Weerian dengan Aprilando Rumahpasal, Mitra Waruwu dengan Ramadhani Londo, Muhamat Bryan dengan Claudions Reco, Ghulba Fauzan dengan Gede Edi Purwata, serta Randi Febian dengan Serdar Sayik.
Empat duel lain melengkapi kartu pertandingan, yakni Devan Febra melawan Yusuf Polat, Ardiansyah melawan Amirul Aiman, dan Erwin Simangunsong melawan Hendrikus Lelo. Susunan ini menegaskan bahwa malam tersebut akan dipenuhi duel dari awal hingga penghujung acara.
Tontonan langsung dan siaran daring
Pemilihan Spike Air Dome sebagai lokasi juga menjadi bagian penting dari daya tarik acara ini. Fasilitas tersebut disebut sebagai air dome pertama sekaligus terbesar di Indonesia, dengan kapasitas hingga 3.000 penonton langsung.
Kapasitas besar itu diperkirakan menciptakan suasana yang menekan bagi para petarung. Dalam arena seperti ini, tensi pertandingan kerap meningkat lebih cepat, apalagi ketika banyak duel diprediksi tidak berakhir sampai keputusan juri.
Bagi penonton yang tidak hadir langsung di PIK 2, promotor menyiapkan dua jalur penayangan. Delapan pertandingan pembuka atau undercard dapat ditonton gratis lewat Live AVOD di kanal YouTube Celloszxz dan aplikasi Vidio.
Sementara itu, lima laga utama akan disiarkan eksklusif melalui sistem Pay-Per-View di Vidio. Skema ini juga dikaitkan dengan edukasi perlindungan hak cipta serta penegakan hukum terhadap pembajakan tayangan olahraga yang dianggap merugikan atlet, promotor, dan ekosistem industri kreatif nasional.
Source: www.viva.co.id