321 WNA Dibekuk Di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Polisi Usut Siapa Dalangnya

Penyidikan penggerebekan markas judi online di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, kini diarahkan bukan hanya ke para pelaksana lapangan. Polri menegaskan pengejaran akan terus berlanjut sampai ke sosok yang disebut sebagai bos di balik operasi tersebut.

Di lokasi itu, aparat mengamankan 321 orang dalam kondisi tertangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs judi online. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyebut para WNA yang diamankan masih berada pada level koordinator untuk masing-masing peran operasional.

Jejak jaringan lintas negara

Komposisi orang yang diamankan memperlihatkan struktur yang tidak berdiri sendiri. Mayoritas berasal dari Vietnam, sementara sisanya datang dari sejumlah negara lain seperti China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Rinciannya terdiri dari 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja. Polisi menduga seluruhnya bekerja dalam struktur terorganisir untuk menggerakkan operasi digital lintas negara.

Lantai gedung dipakai sebagai pusat kerja

Wira menjelaskan bahwa tempat itu bukan ruang tinggal, melainkan pusat operasional. Para pelaku disebut menyewa lantai gedung tersebut untuk menjalankan aktivitas perjudian online, sementara sebagian besar di antaranya tinggal di kawasan sekitar tower.

Keterangan itu memperkuat dugaan bahwa markas tersebut memang dipakai khusus untuk bekerja. Dari hasil penggerebekan, aparat melihat aktivitas berlangsung dalam satu sistem yang berjalan rapi di dalam gedung.

Status keimigrasian ikut diperiksa

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menyampaikan bahwa para WNA itu masuk ke Indonesia dengan visa wisata. Izin tersebut hanya berlaku selama 30 hari.

Karena diduga sudah berada di Indonesia sekitar dua bulan, mereka dinyatakan overstay dan tidak lagi memiliki izin tinggal. Untung juga menyebut seluruhnya masuk tanpa izin kerja, sehingga kasus ini mengarah pada tindak pidana keimigrasian.

Penyidikan tak berhenti di pelaksana

Polri kini berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Ditjen Imigrasi Kemenimipas untuk menindaklanjuti perkara ini. Langkah lanjutan juga mencakup usulan pembentukan satuan tugas khusus guna menangani negara-negara yang masuk daftar subject of interest atau SOI.

Untung menilai penanganan kasus seperti ini tidak akan efektif bila Polri bekerja sendiri. Karena itu, ia menekankan perlunya konsolidasi lintas lembaga agar penindakan bisa menjangkau jaringan yang lebih luas.

Fokus utama penyidik kini tertuju pada pihak yang berada di balik operasi di Hayam Wuruk. Polisi tidak hanya memeriksa peran 321 orang yang diamankan, tetapi juga menelusuri siapa yang mengendalikan markas judi online itu dari atas.

Source: news.detik.com
Exit mobile version