48 Negara Sudah Lengkap, Piala Dunia 2026 Langsung Memanas Di Grup A Hingga D

Piala Dunia 2026 datang dengan peta kekuatan yang terasa lebih terbuka sejak fase grup ditetapkan dengan format 48 negara. Di empat grup pertama, nama-nama besar langsung tersebar dan membuat persaingan sejak awal tidak memberi banyak ruang untuk tim yang lengah.

Sorotan terbesar justru muncul karena beberapa tim kuat sudah saling berhadapan sejak Grup A sampai Grup D. Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat sebagai tuan rumah harus berbagi perhatian dengan Brasil, Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman, serta sejumlah pemain yang diprediksi menjadi pusat sorotan turnamen.

Grup A dan Grup B sama-sama menuntut konsistensi

Di Grup A, Meksiko akan berhadapan dengan Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko. Komposisi ini menempatkan Meksiko pada jalur yang padat, terutama karena mereka membawa pengalaman Guillermo Ochoa dan energi baru dari Santiago Giménez.

Korea Selatan juga datang dengan kekuatan yang tidak bisa diabaikan. Tim ini masih bertumpu pada Kim Min-jae, Hwang In-beom, Lee Kang-in, dan Son Heung Min, sementara Afrika Selatan mengandalkan Ronwen Williams dan Lyle Foster bersama sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri.

Republik Ceko melengkapi grup ini dengan skuad yang punya kedalaman cukup kuat. Tomas Soucek, Patrik Schick, dan Vladimir Coufal menjadi nama utama yang membuat Grup A terasa sulit ditebak sejak awal.

Grup B menghadirkan keseimbangan yang hampir serupa. Kanada, Bosnia and Herzegovina, Qatar, dan Swiss sama-sama membawa pemain kunci yang sudah punya pengalaman di level tinggi.

Kanada menaruh harapan pada Alphonso Davies, Jonathan David, dan Stephen Eustáquio. Bosnia and Herzegovina juga tidak kalah kuat karena memiliki Edin Dzeko, Sead Kolasinac, dan Ermedin Demirovic sebagai tumpuan utama.

Qatar tetap percaya pada inti domestik seperti Akram Afif, Almoez Ali, dan Hassan Al-Haydos. Sementara itu, Swiss hadir dengan kekuatan kolektif lewat Granit Xhaka, Manuel Akanji, Breel Embolo, dan Gregor Kobel.

Brasil dan Maroko langsung mencuri perhatian di Grup C

Grup C menjadi salah satu grup yang paling mencuri perhatian karena mempertemukan Brasil, Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Dua tim terkuat di grup ini datang dengan deretan pemain yang sudah akrab dengan panggung besar.

Brasil tetap membawa banyak nama elite, mulai dari Alisson, Casemiro, Marquinhos, Vinicius Junior, Raphinha, hingga Neymar. Kekuatan mereka juga terlihat dari kedalaman skuad, termasuk Ederson, Endrick, Gabriel Martinelli, dan Matheus Cunha.

Maroko pun tampil dengan struktur yang solid dari belakang ke depan. Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Yassine Bounou, Brahim Diaz, Nayef Aguerd, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Ayoub El Kaabi memperlihatkan komposisi yang siap bersaing di fase grup.

Haiti dan Skotlandia datang dengan pendekatan yang berbeda. Haiti mengandalkan pemain yang berkarier di luar negeri seperti Jean-Ricner Bellegarde dan Duckens Nazon, sedangkan Skotlandia bertumpu pada Andy Robertson, John McGinn, Scott McTominay, dan Che Adams.

Grup D dipandang sebagai salah satu yang paling ketat

Amerika Serikat, Paraguay, Australia, dan Turki menghuni Grup D, dan susunan ini langsung menimbulkan dugaan persaingan yang rapat. Amerika Serikat membawa Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, dan Antonee Robinson untuk menjaga ambisi besar di kandang sendiri.

Skuad Amerika Serikat juga punya banyak opsi di lini lain. Matt Turner, Sergiño Dest, Gio Reyna, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, dan Tim Weah menjadi bagian dari komposisi yang memberi variasi permainan.

Paraguay masuk dengan poros utama Gustavo Gomez, Miguel Almiron, dan Julio Enciso. Di lini depan, Julio Enciso, Antonio Sanabria, dan Gabriel Avalos memberi pilihan yang bisa mengubah arah pertandingan.

Turki membawa Hakan Calhanoglu, Kenan Yildiz, Ferdi Kadioglu, dan Merih Demiral sebagai nama penting. Australia pun hadir dengan skuad yang padat pemain diaspora dan pemain yang berkarier di luar negeri, sehingga grup ini terlihat sulit dipetakan sejak awal.

Format baru membuat setiap grup terasa lebih padat

Perubahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim membuat fase grup terasa lebih ramai dan lebih berlapis. Banyak skuad datang dengan campuran pemain dari liga yang berbeda, sehingga pengalaman internasional dan kedalaman daftar pemain menjadi faktor yang makin menentukan.

Di tengah susunan itu, perhatian publik juga tertuju pada deretan nama besar yang berpotensi memengaruhi jalannya turnamen sejak fase awal. Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Pulisic, Son Heung Min, Neymar, dan Xhaka termasuk dalam kelompok pemain yang bisa memberi dampak besar pada persaingan grup.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button