Kembalinya Megawati Hangestri ke V-League langsung menarik perhatian karena ia datang dengan peran baru sebagai pemain kuota Asia Hyundai Hillstate. Kepindahan itu membuat namanya kembali ramai dibicarakan, sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat mengarah ke Red Sparks.
Pilihan Hyundai Hillstate juga menunjukkan bahwa penampilan Megawati selama dua musim bersama Red Sparks masih meninggalkan kesan kuat. Klub asal Suwon itu menilai pevoli asal Jember tersebut masih punya tenaga besar untuk menambah tajam lini serang mereka.
Keputusan yang tidak diambil sembarangan
Ketertarikan Hyundai Hillstate pada Megawati sebenarnya sudah muncul cukup lama. Klub melihat performanya sebagai modal penting untuk memperkuat serangan, tetapi proses menuju kesepakatan tidak berlangsung cepat.
Salah satu hal yang membuat keputusan itu berjalan hati-hati adalah kondisi lutut Megawati. Karena faktor itu, Hyundai Hillstate bahkan mengirim pelatih Kang Sung-hyung langsung ke Indonesia untuk memeriksa kondisi fisiknya secara langsung sebelum kontrak disepakati.
Langkah tersebut membuat klub semakin yakin. Setelah pertemuan berjalan positif, jalan Megawati untuk kembali ke Korea Selatan pun terbuka lebih lebar.
Awal mula Megawati memilih Korea Selatan
Sebelum berkarier di Liga Voli Korea, Megawati pernah menjelaskan bahwa peluang itu datang lewat skema Asia Draft. Dalam wawancara di kanal YouTube ASEAN-Korea Centre, ia menyebut tawaran tersebut sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman.
Saat itu, ia sempat ragu karena kompetisinya panjang dan membuatnya harus jauh dari Indonesia. Keraguan itu kemudian terjawab setelah ia mendapat dorongan dari keluarga, terutama sang ibu.
Dengan restu keluarga, Megawati akhirnya memilih mencoba peruntungan di Korea Selatan. Ia juga mengaku saat itu belum terlalu percaya diri bisa terpilih karena persaingan datang dari banyak negara.
Thailand menjadi salah satu negara yang ia anggap punya reputasi kuat di level Asia. Namun justru namanya yang muncul dan membuka pintu untuk tampil di kompetisi Korea.
Rahasia adaptasi yang justru sederhana
Di tengah tuntutan kompetisi dan lingkungan baru, Megawati ternyata tidak memakai cara yang rumit untuk beradaptasi. Ia justru menilai kebiasaannya yang suka berbicara dengan orang lain sangat membantu mempercepat proses penyesuaian diri.
Sikap itu membuat hubungannya dengan rekan setim cepat terjalin. Dari sana, ia jadi lebih mudah akrab dan merasa nyaman selama tinggal di Korea Selatan.
Namun adaptasi tidak hanya soal pergaulan. Dari sisi fisik, Megawati mengakui latihan di Korea jauh lebih padat dan berat dibanding yang biasa ia temui di Asia Tenggara.
“Awal aku di sini kaget, wah berat banget ya,” ujarnya saat menggambarkan perbedaan intensitas latihan. Meski begitu, ia menegaskan tubuhnya akhirnya terbiasa setelah melalui proses berulang.
Pramusim jadi fase paling menguras tenaga
Dari seluruh fase yang dijalaninya di Korea, Megawati menyebut masa pramusim sebagai periode paling berat. Fase itu berlangsung sebelum V-League dimulai, dengan beban latihan yang terus menumpuk pada Juli, Agustus, dan September.
Ia menggambarkan periode tersebut sebagai bagian terberat selama berada di Korea. Untuk menjaga kondisi mental, Megawati memilih mengisi waktu libur dengan berjalan-jalan agar pikirannya tetap segar.
Cara itu membantunya melewati jadwal latihan yang padat dan ritme kompetisi yang tinggi. Di sisi lain, tubuhnya juga mengalami perubahan positif selama berkarier di Korea Selatan.
Dampak nyata pada fisik dan permainan
Megawati menilai latihan dan kehidupan di Korea membuat tubuhnya berkembang lebih baik. Ia merasa massa ototnya bertambah dan kondisi fisiknya menjadi lebih fit dibanding sebelumnya.
Perubahan itu ikut berdampak pada kualitas permainannya. Megawati menyebut dirinya bisa mengembangkan kemampuan yang sebelumnya belum sepenuhnya muncul saat bermain di level lain.
Karena itu, kembalinya Megawati ke V-League bukan sekadar perpindahan klub. Langkah ini menjadi kelanjutan dari perjalanan yang dimulai dari keraguan, lalu berubah menjadi keyakinan setelah ia membuktikan diri mampu beradaptasi di salah satu liga voli paling kompetitif di Asia.
Source: www.viva.co.id




