Telkom kini menempatkan AI sebagai inti dari transformasi digital yang ingin dibangun secara lebih terarah. Lewat AIcosystem, perusahaan pelat merah itu menyatukan berbagai kapabilitas AI yang sebelumnya tersebar agar bisa bergerak dalam satu ekosistem yang lebih aman, terhubung, dan relevan untuk bisnis maupun layanan publik.
Pendekatan ini muncul saat kebutuhan pasar semakin bergeser ke solusi yang kuat, adaptif, dan mampu bekerja lintas sektor. Karena itu, Telkom tidak hanya menyiapkan teknologi untuk satu kebutuhan, tetapi membangun fondasi agar AI dapat dipakai oleh korporasi, pemerintah, dan masyarakat dalam skala yang lebih luas.
Fondasi dari infrastruktur sampai aplikasi
AIcosystem dirancang dengan pendekatan fullstack, sehingga tidak berhenti di sisi aplikasi saja. Telkom membangun lapisan yang mencakup AI Infrastructure, AI Models & Platforms, hingga AI Solutions & Applications agar seluruh rantai pengembangan AI bisa saling terhubung.
Pada lapisan infrastruktur, Telkom menyiapkan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai dasar komputasi. Di atasnya, perusahaan mengelola AI platform, big data platform, data aggregator, serta Large Language Model yang mencakup Bahasa Indonesia.
Lapisan berikutnya diisi solusi dan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri dan layanan publik. Dengan struktur seperti ini, Telkom menilai solusi AI yang dihasilkan menjadi lebih aman karena memiliki security berlapis, lebih scalable, dan lebih sesuai dengan pasar Indonesia.
AI Center of Excellence jadi penggerak
Salah satu motor utama di dalam AIcosystem adalah Telkom AI Center of Excellence atau AI CoE. Unit ini bekerja melalui lima pilar, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.
AI Campus berfokus pada kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI. AI Playground membuka ruang eksplorasi bagi developer dan komunitas, sedangkan AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem yang kolaboratif.
Di sisi lain, AI Hub dipakai untuk mempercepat perubahan ide dan eksperimen menjadi solusi yang siap digunakan. AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar prosesnya lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih efisien.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut AIcosystem sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjadikan AI fondasi transformasi digital yang memberi nilai nyata bagi Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa TelkomGroup ingin menjadi kolaborator dan jembatan bagi berbagai lapisan masyarakat dalam memanfaatkan AI untuk bisnis dan kehidupan sehari-hari.
Sudah dipakai lintas sektor strategis
Solusi AI dari TelkomGroup telah masuk ke banyak sektor strategis, mulai dari pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar juga sudah menggunakan solusi tersebut dalam operasional mereka.
Implementasi yang berjalan mencakup pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, dan infrastructure planning berbasis AI. Pada sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga memanfaatkan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai lebih cepat dan konsisten.
Telkom membedakan solusi ini dari penggunaan AI yang umum dipakai secara individual. Fokusnya ada pada kebutuhan enterprise dengan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis agar menghasilkan insight dan keputusan yang lebih strategis berbasis real data.
Dibangun untuk kebutuhan Indonesia
AIcosystem juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang khas Indonesia. Karena itu, dukungan terhadap LLM Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta penggunaan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut.
Telkom menilai pengembangan AI tidak cukup berhenti pada pemakaian teknologi. Perusahaan ingin memastikan AI memahami bahasa, kebutuhan, dan dinamika kultur Indonesia, sehingga inovasi dan nilai ekonomi digital dapat tumbuh di dalam negeri.
Dari sisi generasi muda, Raffi Ahmad melihat AI membuka ruang luas untuk belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Ia menilai kehadiran AIcosystem menunjukkan Indonesia bukan hanya pengguna AI, melainkan juga pencipta AI yang bisa memberi dampak bagi masa depan bangsa.
Source: www.cnbcindonesia.com




