Lonjakan pesanan pada Xpeng GX membuat salah satu varian tertingginya tersendat paling lama. Untuk trim top BEV, waktu tunggu pengiriman kini mencapai 35 minggu, sementara perusahaan bergerak cepat menaikkan kapasitas agar antrean tidak terus membesar.
Tekanan itu muncul di saat GX justru diposisikan sebagai model penting bagi Xpeng untuk meredam pelemahan penjualan tahun ini. Dalam lima bulan pertama tahun ini, pengiriman Xpeng tercatat 125.851 kendaraan, turun 22,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Permintaan awal langsung membludak
GX resmi meluncur pada 20 Mei sebagai SUV besar enam penumpang. Xpeng memasang harga awal waktu terbatas 269.800 yuan, atau sekitar $39.900, dan menawarkan model ini dalam pilihan BEV serta EREV untuk menyasar keluarga menengah ke atas dengan strategi harga agresif.
Respons pasar datang sangat cepat setelah peluncuran. Xpeng menyebut GX meraih 24.863 pesanan pasti hanya dalam 12 jam pertama, dengan lebih dari 80% pesanan awal mengarah ke varian Ultra flagship yang dibanderol mulai 359.800 yuan.
Konsentrasi pesanan di trim mahal inilah yang kemudian menekan kapasitas produksi. Xpeng menilai sebagian besar permintaan memang berasal dari konsumen yang memilih varian flagship, sehingga siklus pengiriman untuk versi top-trim BEV ikut memanjang.
Perusahaan dorong rantai pasok dan produksi
He Xiaopeng, chairman dan CEO Xpeng, mengatakan dalam siaran langsung daring pada Rabu bahwa perusahaan sedang mendorong rantai pasok GX untuk menaikkan kapasitas produksi. Ia juga menyebut dirinya dan president Wang Fengying ikut memantau rantai pasok secara langsung agar tekanan kapasitas bisa berkurang.
Dalam sekitar sepuluh hari terakhir, tim Xpeng memusatkan perhatian pada proses manufaktur utama untuk mengangkat output. Perusahaan juga mulai menyiapkan cetakan baru dan jalur produksi baru untuk komponen inti GX agar kapasitas dapat naik lebih cepat.
He mengatakan perusahaan menargetkan siklus pengiriman bisa dipangkas dalam dua hingga empat minggu ke depan. Ia menjelaskan bahwa panjangnya antrean disebabkan oleh dua hal, yaitu terlalu banyak konsumen memilih versi flagship dan kebutuhan perusahaan untuk memastikan seluruh proses tetap terkendali sebelum memangkas estimasi pengiriman.
Trim yang lebih cepat tersedia
Bagi pembeli keluarga yang ingin unit lebih cepat, Xpeng merekomendasikan trim Ultra SE sebagai pilihan kedua termahal dari empat trim GX. Waktu tunggunya sekitar 7 hingga 10 minggu, dengan pasokan yang dinilai relatif lebih longgar.
Perbedaan waktu tunggu ini memperlihatkan bagaimana distribusi permintaan GX masih sangat berat di varian atas. Situasi tersebut membuat trim premium menjadi titik paling sensitif dalam strategi produksi Xpeng saat ini.
Mesin utama di tengah tekanan penjualan
GX menjadi model kunci ketika Xpeng masih berusaha memperbaiki performa penjualan di pasar domestik yang sangat kompetitif. Mulai Juni, model ini masuk ke fase pengiriman massal dan diharapkan membantu memperkuat posisi perusahaan di China.
Di luar pasar domestik, GX juga menunjukkan sambutan awal yang positif. Sejak debut publiknya di Beijing Auto Show pada akhir April, model ini sudah mengumpulkan 1.000 pre-order di pasar luar negeri seperti Timur Tengah.
Harga ekspor belum diumumkan, tetapi Xpeng berencana meluncurkan GX secara bertahap ke pasar luar negeri, dimulai dengan pre-sales di Timur Tengah. Langkah ini menambah peran GX bukan hanya sebagai produk baru, tetapi juga sebagai salah satu tumpuan ekspansi perusahaan.
Teknologi tetap dijaga saat kapasitas dinaikkan
GX dibangun mengikuti standar mengemudi otonom L4. Varian atasnya memakai tiga chip Turing AI buatan internal Xpeng dengan daya komputasi 2.250 TOPS dan mendukung solusi pure-vision tanpa LiDAR.
Di tengah dorongan untuk memperbesar produksi, Xpeng menegaskan kualitas tetap menjadi prioritas. Perusahaan menyebut total item inspeksi untuk GX lebih dari 200 item di atas rata-rata industri sebagai bagian dari kontrol mutu saat output dinaikkan.
Source: cnevpost.com