Apple Bawa MacBook Neo ke Indonesia, Harga Lebih Terjangkau dan Baterainya Tahan 18 Jam

MacBook Neo mulai menarik perhatian karena hadir dengan harga yang lebih mudah dijangkau di pasar laptop premium Indonesia. Lewat Digimap, Apple membuka jalan bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem MacBook tanpa harus langsung memilih lini yang lebih mahal.

Langkah ini tidak hanya menyasar pengguna kreatif, tetapi juga mahasiswa, pekerja kantoran, dan pengguna kasual. Dengan banderol yang lebih ramah, MacBook Neo diposisikan sebagai opsi yang tetap membawa citra premium, namun lebih dekat dengan kebutuhan harian banyak orang.

Harga dan pilihan yang ditawarkan

Digimap memasarkan MacBook Neo dalam dua varian penyimpanan. Harganya dipatok Rp10.749.000 untuk versi 256 GB dan Rp12.999.000 untuk versi 512 GB.

Laptop ini juga hadir dalam empat warna, yaitu Citrus, Blush, Indigo, dan Silver. Pilihan tersebut memberi kesan yang lebih segar dibanding citra MacBook yang selama ini cenderung formal.

Selain dijual di gerai fisik, MacBook Neo juga tersedia secara online melalui website resmi dan marketplace. Pembeli turut mendapat sejumlah promo, termasuk cicilan ringan dan program True Zero yang memungkinkan pembelian tanpa DP, tanpa bunga, dan tanpa biaya admin untuk layanan paylater tertentu.

Paket pembelian yang menambah daya tarik

Di luar harga, Digimap menyiapkan bonus pembelian untuk MacBook Neo. Paket penjualannya mencakup merchandise eksklusif hasil kolaborasi Digimap dengan seniman Muklay, proteksi tambahan hingga 24 bulan, voucher MAP senilai Rp200 ribu, serta bundling aksesori dengan nilai jutaan rupiah.

Kombinasi penawaran itu membuat MacBook Neo terlihat lebih kompetitif di kelasnya. Bagi pembeli yang memperhitungkan nilai tambah selain spesifikasi, isi paket tersebut bisa menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan pembelian.

Layar ringkas untuk mobilitas harian

MacBook Neo membawa layar 13 inci Liquid Retina berbasis LCD IPS dengan resolusi 2.408 x 1.506 piksel. Apple menempatkannya sebagai perangkat yang tetap nyaman dipakai untuk editing ringan, streaming, dan multitasking sehari-hari.

Bobotnya sekitar 1,23 kg sehingga mudah dibawa bepergian. Desain tipisnya juga mendukung pengguna yang sering berpindah tempat kerja atau tempat belajar.

Untuk pengalaman audio, Apple menyematkan speaker samping dengan dukungan Dolby Atmos dan audio spasial. Di bagian komunikasi, tersedia mikrofon ganda dengan teknologi beamforming agar suara lebih jelas saat meeting atau video call.

Chip A18 Pro jadi pembeda utama

Salah satu hal yang paling menonjol dari MacBook Neo adalah penggunaan chip A18 Pro. Chip yang sebelumnya dipakai di iPhone 16 Pro dan Pro Max ini kemudian diadaptasi untuk laptop.

Apple menyebut langkah tersebut membuat MacBook Neo lebih efisien dalam konsumsi daya dan tetap responsif saat digunakan. Perusahaan juga mengklaim performa browsing perangkat ini bisa hingga 50% lebih cepat dan kemampuan menjalankan beban kerja AI sampai tiga kali lebih baik dibanding beberapa laptop Windows berbasis Intel Core Ultra 5.

Dari sisi konektivitas, MacBook Neo dibekali dua port USB-C dan jack audio 3,5 mm. Susunannya memang minimalis, tetapi masih sesuai untuk pengguna modern yang kian sering mengandalkan perangkat nirkabel.

Baterai panjang untuk aktivitas seharian

Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual terkuat pada perangkat ini. Apple menyebut MacBook Neo mampu bertahan hingga 18 jam, sehingga cocok untuk penggunaan panjang tanpa terlalu sering mencari sumber listrik.

Kombinasi baterai yang awet, bobot ringan, dan harga yang lebih rendah membuat MacBook Neo menjadi upaya Apple memperluas pasar laptop premiumnya di Indonesia. Dengan karakter tersebut, perangkat ini berpotensi menarik minat pengguna yang selama ini menunda membeli MacBook karena faktor harga.

Source: pemmzchannel.com

Baca Juga

Back to top button