Kemenangan 3-0 atas Crystal Palace belum membuat Manchester City leluasa mengatur nasibnya sendiri dalam perburuan gelar Liga Inggris. Pep Guardiola justru menegaskan bahwa penentuan juara kini sangat bergantung pada Arsenal, yang masih memimpin persaingan dengan selisih dua poin.
Situasi itu membuat sisa musim berjalan dengan tekanan tinggi bagi City. Dengan masing-masing tim masih memiliki dua pertandingan, peluang gelar belum tertutup, tetapi hasil tim lawan tetap menjadi faktor yang paling menentukan.
Arsenal pegang kendali akhir
Guardiola berbicara terbuka soal posisi timnya yang tidak lagi sepenuhnya berada di atas kendali sendiri. Ia menilai City hanya bisa menjaga asa selama Arsenal tidak menyapu bersih dua laga terakhir mereka.
“Semua bergantung pada mereka. Jika mereka memenangi dua pertandingan, tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” ujar Guardiola seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pernyataan itu menegaskan bahwa City kini harus menunggu hasil tim lain sambil tetap menuntaskan tugas mereka sendiri. Kemenangan atas Crystal Palace memang memperkecil jarak, tetapi belum cukup untuk mengubah peta persaingan secara keseluruhan.
City tetap harus siap memanfaatkan celah
Di tengah situasi yang serba tergantung, Guardiola menuntut skuadnya tetap siaga. Ia ingin timnya berada dalam posisi terbaik jika Arsenal terpeleset di salah satu dari dua laga tersisa.
Fokus itu menjadi penting karena City tidak boleh kehilangan momentum di fase paling akhir musim. Setiap hasil kini punya dampak besar, dan satu kesalahan kecil bisa langsung menentukan arah perebutan gelar.
Rotasi besar demi menjaga tenaga
Selain memikirkan klasemen, Guardiola juga harus mengelola kondisi fisik para pemainnya. Saat melawan Crystal Palace, ia membuat enam perubahan dalam susunan starter dan memberi Erling Haaland waktu istirahat penuh.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga kebugaran skuad di tengah jadwal yang padat. City masih harus melalui rangkaian pertandingan penting yang menuntut energi besar dari para pemain utama.
Wembley dan dua ujian terakhir
Salah satu fokus utama City adalah final Piala FA melawan Chelsea di Stadion Wembley. Setelah laga itu, mereka hanya punya waktu pemulihan yang singkat sebelum kembali ke lapangan.
City dijadwalkan bertandang ke markas Bournemouth hanya tiga hari setelah final. Seusai itu, mereka akan menutup musim dengan laga melawan Aston Villa yang sedang tampil kuat di bawah asuhan Unai Emery.
Tekanan fisik dan mental menjelang penentuan
Guardiola mengakui kondisi timnya tidak ideal karena beban fisik dan mental terus meningkat. Meski begitu, ia tetap percaya kedalaman skuad City bisa membantu menjaga level permainan saat fase penentuan tiba.
Ia menilai dua laga liga terakhir akan berjalan sangat berat. Karena itu, pemulihan cepat menjadi perhatian utama sebelum City kembali fokus ke Wembley dan kemudian ke dua pertandingan terakhir liga.
Kemenangan atas Crystal Palace setidaknya menjaga City tetap dekat dengan Arsenal. Namun selama dua laga sisa belum dimainkan, nasib gelar tetap lebih banyak ditentukan oleh apa yang dilakukan Arsenal di akhir musim.
Source: mediaindonesia.com




