BYD Atto 3 generasi terbaru datang dengan satu pesan yang sangat jelas: jarak tempuh lebih jauh dan kabin yang jauh lebih lengkap. Di varian tertingginya, SUV listrik kompak ini diklaim mampu menempuh hingga 630 km, sementara fitur kenyamanan dan bantuan berkendaranya ikut naik kelas.
Pembaruan besar ini membuat Atto 3, yang juga dikenal sebagai Yuan Plus, tampil lebih siap bersaing di segmen SUV listrik kompak. Kehadirannya di Beijing Auto Show 2026 di China juga menjadi sinyal bahwa BYD ingin menjaga daya tarik model ini di tengah pasar domestik yang makin padat.
Kabin dibuat lebih premium
Fokus BYD tidak hanya ada pada angka jarak tempuh. Isi kabin Atto 3 baru juga dibenahi agar terasa lebih lengkap dan praktis untuk penggunaan harian.
Mobil ini kini dibekali 16 speaker, kulkas dengan fitur penghangat untuk makanan atau minuman, dan bagasi elektrik. Di bagian depan, tersedia head unit layar sentuh besar model floating, panel instrumen LCD, wireless charger, head-up display, serta tuas transmisi di balik setir.
Dimensi ikut membesar
Peningkatan rasa lega di kabin didukung oleh bodi yang lebih besar. Atto 3 terbaru memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.770 mm.
Dibanding generasi sebelumnya, panjang mobil bertambah 210 mm dan jarak sumbu roda naik 50 mm. Perubahan ini membuat Atto 3 baru tidak hanya terlihat lebih proporsional, tetapi juga punya modal lebih baik untuk menawarkan ruang kabin yang lebih lapang.
Wajah baru lebih tegas
Sisi eksterior juga mendapat sentuhan yang cukup jelas. BYD memakai bahasa desain “Loong Face” atau wajah naga dengan fascia yang lebih tajam, aksen krom horizontal, dan gagang pintu semi-tersembunyi.
Pendekatan itu membuat tampilannya terasa lebih modern dan matang. Perubahan desain ini sekaligus memperkuat identitas Atto 3 baru di tengah persaingan SUV listrik kompak yang semakin ramai.
Bantuan berkendara naik tingkat
Selain kenyamanan, sektor keselamatan dan bantuan mengemudi juga ikut diperbarui. Atto 3 generasi terbaru sudah menggunakan sistem DiPilot 300 berbasis LiDAR.
Keberadaan LiDAR menempatkan kemampuan bantu berkendara mobil ini di level yang lebih tinggi dibanding sistem yang lebih konvensional. Langkah ini menunjukkan bahwa BYD ingin membawa teknologi yang biasanya hadir di kelas lebih atas ke segmen SUV listrik kompak.
Dua opsi baterai, jarak tempuh lebih jauh
Di sektor penggerak, Atto 3 baru disiapkan dengan dua pilihan baterai LFP. Varian pertama memakai baterai 57,5 kWh yang dipadukan dengan motor listrik 200 kW atau 268 HP.
Kombinasi itu diklaim mampu membawa mobil menempuh hingga 540 km berdasarkan siklus CLTC. Untuk kebutuhan harian hingga perjalanan jarak menengah, angka tersebut sudah tergolong kompetitif.
Varian tertinggi memakai baterai 68,5 kWh dengan motor listrik 240 kW atau 322 HP. Versi ini menjadi sorotan utama karena jarak tempuhnya diklaim mencapai 630 km.
Pengisian cepat jadi nilai tambah
Selain daya jelajah yang panjang, BYD juga menyematkan teknologi flash charging. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam sembilan menit.
Jika performanya sesuai klaim, kemampuan itu bisa menjadi keunggulan besar di tengah kebutuhan pengguna yang ingin waktu isi ulang lebih singkat. Kombinasi baterai besar, motor bertenaga, dan pengisian cepat membuat Atto 3 baru tampil sebagai paket yang lebih serius di kelasnya.
Saat ini debut Atto 3 generasi terbaru masih terfokus di China. Namun model ini berpeluang hadir di Indonesia sebagai penerus Atto 3 yang sudah lebih dulu dipasarkan di dalam negeri.