Persebaya Surabaya menutup derbi Jawa Timur dengan kemenangan besar setelah menghajar Arema FC 4-0 pada pekan ke-30 Super League 2025/2026. Laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4), berubah total setelah jeda, ketika Green Force tampil jauh lebih efektif dan meninggalkan Singo Edan tanpa jawaban.
Hasil akhir itu terlihat kontras dengan jalannya babak pertama yang berlangsung keras dan seimbang. Arema FC sempat lebih dulu mengancam lewat beberapa peluang dari Gustavo Franca Amadio, Dalberto Luan Belo, dan Roberto Pimenta Vinagre Filho, tetapi Persebaya tetap mampu menjaga keadaan tanpa kebobolan.
Babak awal berjalan ketat
Sejak menit-menit awal, Arema FC tampil agresif dan mencoba menekan pertahanan lawan. Serangan yang mereka bangun membuat barisan belakang Persebaya harus bekerja keras, meski peluang yang tercipta belum cukup tajam untuk mengubah skor.
Persebaya juga tidak tinggal diam dan sempat mendapatkan kesempatan melalui Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas pada menit ke-35. Namun, sepakan itu masih melenceng, sehingga papan skor tetap memperlihatkan angka 0-0 hingga jeda.
Tensi tinggi tanpa gol
Pertarungan di paruh pertama berlangsung dalam intensitas tinggi dan cukup terbuka untuk kedua tim. Wasit bahkan harus mengeluarkan kartu kuning untuk Hansamu Yama Pranata dari Arema FC dan Toni Firmansyah dari Persebaya Surabaya.
Meski kedua kubu sama-sama menciptakan momen berbahaya, tidak ada yang mampu memecah kebuntuan sebelum turun minum. Skor imbang tanpa gol menjadi cerminan betapa kerasnya duel dua tim besar asal Jawa Timur tersebut.
Persebaya mengubah arah pertandingan
Begitu babak kedua dimulai, Persebaya langsung menaikkan tempo dan mengambil alih kendali permainan. Tekanan yang mereka bangun membuat pertahanan Arema FC mulai terdesak, dan perubahan itu segera berbuah gol pada menit ke-49.
Francisco Israel Rivera Davalos menjadi pembuka jalan kemenangan setelah memanfaatkan umpan Mihailo Perovic. Gol tersebut bukan hanya mengubah skor, tetapi juga mengangkat ritme permainan Persebaya yang terlihat semakin percaya diri setelah unggul.
Arema kehilangan kestabilan
Setelah kebobolan, Arema FC kesulitan mengembalikan ketenangan seperti pada babak pertama. Upaya mereka untuk keluar dari tekanan tidak berjalan mulus, sementara penyelesaian akhir juga tidak cukup efektif untuk menembus rapatnya pertahanan Persebaya.
Di sisi lain, Green Force semakin nyaman mengembangkan permainan. Serangan mereka menjadi lebih tajam, rapi, dan efisien saat memasuki sepertiga akhir lapangan, sehingga ruang di lini belakang Arema makin mudah dimanfaatkan.
Dominasi itu membuat Persebaya terus menekan dan leluasa menjaga kendali pertandingan. Keunggulan satu gol pun menjadi pijakan untuk melesat lebih jauh dan memastikan kemenangan telak atas rival satu provinsi tersebut.
Skor 4-0 pada akhirnya menegaskan perbedaan mencolok dalam efektivitas kedua tim. Persebaya tampil disiplin dan klinis setelah jeda, sedangkan Arema FC gagal mempertahankan fondasi permainan yang sempat mereka bangun pada babak pertama.
Source: www.jawapos.com




