Motorola tampaknya sedang menyiapkan senjata paling menarik di kelas ponsel 5G terjangkau lewat Moto G37 Power. Varian ini langsung menonjol karena membawa baterai 7.000mAh, kapasitas yang membuatnya sangat relevan bagi pengguna yang butuh ponsel tahan lama untuk aktivitas harian.
Di pasar budget, daya tahan seperti ini bisa menjadi pembeda yang lebih kuat daripada sekadar tampilan atau gimmick tambahan. Motorola terlihat memilih pendekatan yang lebih praktis, dengan fokus pada penggunaan stabil, multitasking yang lancar, dan ketahanan pakai yang panjang.
Dua model untuk kebutuhan yang berbeda
Seri Moto G37 kabarnya akan hadir dalam dua versi, yakni Moto G37 dan Moto G37 Power. Di beberapa daftar, model Power juga muncul dengan nama G37 Pro, tetapi arah utamanya tetap pada varian dengan baterai paling besar.
Moto G37 reguler diposisikan sebagai opsi yang lebih seimbang antara harga dan spesifikasi. Sementara itu, Moto G37 Power disiapkan untuk pengguna yang lebih sering bepergian, gemar menonton konten, atau ingin lebih jarang mencari sumber listrik.
Baterai jadi pembeda paling menonjol
Perbedaan paling jelas ada pada sektor daya. Moto G37 Power disebut membawa baterai 7.000mAh dengan pengisian cepat 30W, sedangkan Moto G37 standar memakai baterai 5.200mAh dengan pengisian 20W.
Selisih ini membuat varian Power terlihat jauh lebih agresif di kelasnya. Tidak heran jika Motorola diperkirakan akan menonjolkan daya tahan baterai dan durabilitas sebagai poin utama saat peluncuran resmi berlangsung.
Layar dan dapur pacu dibuat seragam
Meski berbeda di sektor baterai, kedua model disebut memakai layar LCD HD+ 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Motorola ingin menjaga pengalaman visual tetap konsisten untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk media sosial dan streaming.
Di sisi performa, Moto G37 dikabarkan memakai MediaTek Dimensity 6300. Sementara itu, Moto G37 Power disebut mendapat MediaTek Dimensity 6400 yang diposisikan untuk efisiensi lebih baik.
Kamera sederhana, fokus ke fungsi harian
Untuk urusan fotografi, kedua ponsel disebut membawa kamera utama belakang 50MP dan kamera depan 8MP. Susunan ini menegaskan bahwa seri G37 lebih diarahkan pada penggunaan praktis ketimbang mengejar fitur kamera kelas atas.
Pendekatan tersebut sejalan dengan target pasarnya. Motorola tampaknya membidik pelajar, pekerja, dan pembeli kelas budget yang membutuhkan perangkat andal untuk aktivitas harian tanpa perlu membayar lebih untuk fitur yang tidak terlalu mendesak.
Software dan fitur ketahanan ikut dibawa
Kedua perangkat diperkirakan langsung menjalankan Android 16 dengan antarmuka Hello UI. Keduanya juga disebut mendapat jalur pembaruan ke Android 17 serta pembaruan keamanan hingga tiga tahun.
Motorola tetap mempertahankan pengalaman software yang dekat dengan Android murni. Bagi banyak pembeli di kelas menengah bawah, pendekatan seperti ini sering menjadi nilai tambah karena terasa lebih bersih dan minim aplikasi bawaan.
Selain itu, paket fiturnya juga terlihat cukup lengkap di kelasnya. Ada rating IP64, sertifikasi ketahanan MIL-STD-810H, speaker stereo, dan dukungan Dolby Atmos pada kedua model.
Perkiraan harga dan ketersediaan
Moto G37 diperkirakan meluncur di kisaran ₹12,000 hingga ₹14,000. Moto G37 Power diperkirakan berada di rentang ₹14,000 hingga ₹16,000, dengan selisih harga yang dipengaruhi baterai lebih besar dan tuning performa yang sedikit lebih baik.
Keduanya akan dijual melalui Flipkart, situs resmi Motorola India, dan toko ritel offline. Setelah peluncuran, pre-order diperkirakan segera dibuka lewat kanal online dan resmi tersebut.
Motorola juga disebut menyiapkan promo awal seperti penawaran bank, bonus tukar tambah, opsi no-cost EMI, dan bundling terbatas selama stok masih tersedia. Di tengah persaingan ponsel 5G budget India yang sangat ketat, kombinasi harga terjangkau, software yang relatif bersih, dan baterai besar menjadi modal utama seri Moto G37.
Source: sundayguardianlive.com