Dua ponsel Vivo kini sama-sama menarik perhatian karena membawa arah yang serupa, yaitu baterai besar, tetapi ditujukan ke pasar yang berbeda. Di China, Vivo menyiapkan Y600 Turbo dengan fokus pada daya tahan dan layar cepat, sementara di Indonesia, Vivo Y500 mulai terendus kehadirannya setelah lolos sertifikasi Postel Komdigi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Vivo sedang bermain dengan strategi yang lebih lentur. Model yang disiapkan untuk tiap wilayah tidak selalu sama, baik dari sisi konektivitas maupun dapur pacu, sehingga tiap pasar bisa mendapat konfigurasi yang paling pas.
Y600 Turbo mengincar pengguna yang butuh daya tahan tinggi
Untuk pasar China, Vivo sudah memberi sinyal kehadiran perangkat baru lewat poster resmi di Weibo. Dari informasi yang beredar, perangkat yang ramai disebut sebagai Vivo Y600 Turbo ini akan debut berdekatan dengan Vivo Y600 Pro pada 25 Mei 2026.
Daya tarik utamanya ada pada baterai 9.020 mAh dan pengisian cepat 90W. Dengan bekal sebesar itu, perangkat ini jelas diarahkan ke pengguna yang membutuhkan ponsel awet dipakai seharian dalam durasi panjang.
Layar juga menjadi salah satu nilai jual paling menonjol. Vivo Y600 Turbo disebut memakai panel OLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K, sekaligus mendukung refresh rate 165 Hz.
Jika informasi tersebut tepat, Y600 Turbo berpotensi menjadi salah satu ponsel Vivo pertama yang membawa refresh rate setinggi itu. Kombinasi layar sangat mulus dan baterai jumbo membuatnya terlihat menyasar pengguna gim dan penikmat konten video.
Performa dan perangkat lunak ikut dibuat agresif
Di sektor performa, Vivo Y600 Turbo diprediksi mengandalkan MediaTek Dimensity 8500 berbasis 4 nm. Chip yang sama juga dikaitkan dengan iQOO Z11 versi China, yang disebut mendapat dukungan RAM hingga 16 GB.
Kamera memang bukan pusat sorotan utama, tetapi perangkat ini tetap mendapat bekal yang cukup menarik. Vivo Y600 Turbo disebut membawa sensor 50 MP yang dipadukan dengan sensor Sony LYT-600.
Untuk perangkat lunak, ponsel ini dikabarkan sudah menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6. Kehadiran platform yang sangat baru membuatnya tampak semakin kompetitif di kelas menengah.
Desainnya juga mulai tergambar
Dari sisi tampilan, Vivo Y600 Turbo disebut memakai modul kamera berbentuk squircle. Bentuk ini membedakannya dari saudaranya yang memakai modul melingkar.
Pilihan warna yang beredar pun sudah mulai muncul. Menurut Gadget Beebom, perangkat ini bakal hadir dalam warna putih dan pink.
Vivo Y500 diam-diam masuk radar Indonesia
Di sisi lain, Vivo Y500 sudah menunjukkan tanda-tanda akan hadir di Indonesia. PT Vivo Mobile Indonesia mendaftarkan nomor model V2570 di laman Postel Komdigi, dan model itu telah dikonfirmasi sebagai Vivo Y500 4G.
Perangkat tersebut memperoleh sertifikasi dengan nomor 122013/DJID/2026 pada 19 Mei 2026. Walau belum ada kepastian jadwal rilis, kemunculan nomor model ini cukup kuat untuk menunjukkan bahwa Vivo sedang menyiapkan perangkat tersebut untuk pasar domestik.
Menariknya, yang muncul di Indonesia adalah Vivo Y500 4G, bukan Y500 5G. Kondisi ini mengisyaratkan adanya penyesuaian strategi produk untuk pasar lokal.
Sebagai pembanding, Vivo Y500 5G lebih dulu meluncur di China dengan baterai 8.200 mAh dan chipset Dimensity 7300. Untuk Vivo Y500 4G di Indonesia, detail spesifikasinya belum diungkap secara resmi.
Meski begitu, kehadirannya tetap memunculkan harapan bahwa Vivo akan mempertahankan satu ciri penting yang menjadi daya tarik utama lini ini, yakni kapasitas baterai besar. Di tengah dua arah produk yang berbeda, benang merahnya tetap sama: Vivo terus mendorong ponsel dengan daya tahan tinggi untuk masing-masing pasar.
Source: www.suara.com