Di Mugello, Marc Marquez tetap muncul sebagai ancaman meski belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Pembalap Ducati Lenovo itu masih membawa sisa pemulihan dari operasi dan cedera, tetapi tetap mampu menjaga kecepatannya di lintasan yang menuntut tenaga besar.
Situasi itu membuat perhatian tertuju kepadanya sejak hari pertama. Dalam kondisi tubuh yang belum sepenuhnya nyaman, Marquez masih bisa menyelesaikan dua sesi awal dan menjaga posisinya di kelompok yang kompetitif.
Masih menahan rasa sakit
Marquez tidak menutupi bahwa dirinya belum kembali 100 persen. Ia masih merasakan dampak operasi pengangkatan sekrup di bahu, dan rasa sakit itu tetap terasa saat berada di atas Ducati Desmosedici.
“Sejujurnya, rasanya tidak bagus seperti yang saya bayangkan,” kata Marc Marquez dikutip dari Ducati. Pengakuan itu menggambarkan bahwa ia datang ke Mugello dengan keterbatasan nyata.
Kondisinya belum leluasa untuk menggerakkan motor seperti biasanya. Ia menyebut gerakan tubuhnya masih terbatas ketika harus melakukan manuver agresif, padahal itu salah satu kekuatan utamanya.
“Jelas, saya tidak dapat menggerakkan sepeda motor seperti yang saya inginkan, tapi ini adalah hal yang normal melihat saya baru dua setengah pekan sembuh dari operasi,” ungkap Marc. Ia juga masih merasakan efek dari cedera kaki kiri yang belum benar-benar pulih usai sprint race MotoGP Prancis.
Tetap sanggup menjaga tempo
Meski belum nyaman sepenuhnya, Marquez tetap menuntaskan latihan bebas pertama dan sesi latihan pada Jumat. Hasil itu menjadi sinyal penting bahwa proses pemulihannya belum menghalangi kemampuan dasar untuk mengendalikan motor.
Posisi yang ia raih juga tidak bisa dianggap remeh. Marquez menutup sesi latihan di posisi keenam, catatan yang tetap kuat di tengah kondisi fisik yang belum ideal.
Ia hanya kalah cepat dari Fabio Di Giannantonio, Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Franco Morbidelli, dan Fermin Aldeguer. Urutan itu menunjukkan bahwa Marquez masih berada di rombongan pembalap yang layak diwaspadai.
Mugello belum memberi ruang santai
Karakter Mugello membuat kondisi fisik jadi faktor besar. Tikungan cepat dan alur lintasan yang mengalir menuntut daya tahan tinggi, sehingga pembalap yang belum fit biasanya lebih cepat terkuras.
Itulah sebabnya performa Marquez pada hari pertama langsung menarik perhatian rival. Statusnya yang belum pulih total justru bisa membuat lawan sulit membaca batas kemampuannya sepanjang akhir pekan.
Marquez sendiri masih menjaga nada optimistis. “Kami melakukan sesuatu yang baik hari ini dan meraih target; kita akan melihat bagaimana besok,” kata Marc.
Dengan modal awal itu, ia tetap berada dalam jalur kompetitif menjelang sesi berikutnya. Pertanyaan yang kini paling besar bukan lagi soal kecepatannya, melainkan seberapa lama tubuhnya bisa bertahan saat tekanan balapan makin tinggi.
Source: www.viva.co.id




