Garudayaksa FC memastikan langkah ke Super League musim depan setelah melewati fase grup Championship dengan status juara Grup A. Kepastian itu lahir dari kemenangan 3-1 atas Persikad Depok pada laga terakhir, hasil yang langsung menutup persaingan di papan atas.
Posisi puncak Garudayaksa tidak datang dengan mudah. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro harus menunggu sampai pertandingan pamungkas untuk benar-benar mengunci tiket promosi, karena selisih mereka dengan Adhyaksa FC hanya satu angka.
Persaingan ketat sampai akhir
Garudayaksa mengakhiri fase grup dengan 52 poin, cukup untuk menjaga jarak tipis dari pesaing terdekatnya. Rekor mereka terdiri dari 14 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
Catatan itu menunjukkan betapa rapatnya persaingan di Grup A sepanjang musim. Setiap hasil terasa penting, dan situasi tersebut membuat penentuan promosi baru selesai ketika laga terakhir rampung dimainkan.
Jalur promosi yang harus dimenangkan
Dalam format kompetisi, juara masing-masing grup mendapat promosi otomatis ke Super League 2026-2027. Selain itu, para juara grup juga berhak tampil di final untuk memperebutkan gelar juara Championship.
Berbeda dengan itu, tim yang finis di posisi kedua masih harus menjalani playoff. Jalur tersebut hanya menyediakan satu tiket tersisa ke kasta tertinggi, sehingga posisi puncak grup menjadi sangat krusial sejak awal fase grup.
Naik kasta dalam waktu singkat
Promosi ini terasa cepat karena Garudayaksa baru satu musim tampil di kasta kedua. Perjalanan mereka ke level teratas juga berawal dari perubahan besar di level klub, setelah mengakuisisi PSKC Cimahi dan memperoleh slot di Championship.
Setelah proses itu, klub kemudian resmi berganti nama dalam Kongres PSSI tahun lalu. Dari titik itulah Garudayaksa memulai babak baru yang kini berujung pada keberhasilan menembus Super League.
Skuad berpengalaman menjadi fondasi
Manajemen Garudayaksa ikut bergerak agresif dalam membangun kekuatan tim. Mereka mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Andik Vermansah, Arapenta Poerba, Manda Cingi, Komang Tri Arta, dan Yoewanto Stya Beny.
Kombinasi pemain yang matang dengan arahan Widodo Cahyono Putro membantu tim menjaga konsistensi hingga akhir kompetisi. Keseimbangan itu terlihat saat Garudayaksa tetap stabil di tengah tekanan persaingan papan atas yang ketat.
Dengan status juara Grup A di tangan, Garudayaksa kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di Super League musim depan. Dalam waktu singkat, klub milik Presiden Prabowo Subianto itu berhasil menembus level tertinggi sepak bola nasional.
Source: bola.bisnis.com