Bima Arya Ingatkan Daerah Jangan Menunggu, Ekosistem Kendaraan Listrik Harus Segera Dibangun

Dorongan agar daerah ikut aktif menyiapkan ekosistem kendaraan listrik kembali menguat setelah Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa peralihan ke kendaraan listrik tidak bisa hanya menunggu kebijakan dari pusat. Ia menilai pemerintah daerah harus bergerak lebih cepat supaya tidak tertinggal dalam efisiensi energi dan perubahan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Bima menilai pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia akan terus naik. Karena itu, kesiapan di daerah menjadi bagian penting agar transisi tidak berjalan timpang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Salah satu langkah yang paling mendesak, menurut dia, adalah penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik. Fasilitas ini dipandang krusial karena masyarakat membutuhkan akses yang mudah saat mulai beralih ke kendaraan listrik.

Selain infrastruktur pengisian, Bima juga menyoroti kebutuhan teknisi kendaraan listrik. Menurutnya, layanan perawatan dan dukungan teknis hanya bisa mengikuti pertumbuhan pengguna jika tenaga terampil tersedia di daerah.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin membangun ekosistem kendaraan listrik seorang diri. Karena itu, kerja sama dengan industri disebut menjadi langkah yang tak terhindarkan agar pengembangan ekosistem bisa berjalan lebih cepat dan lebih terarah.

Bima mengaitkan kebutuhan tersebut dengan kebijakan pemerintah pusat yang saat ini mempercepat konversi kendaraan listrik melalui insentif dan pembebasan pajak kendaraan listrik. Menurut dia, dorongan dari pusat perlu diimbangi kesiapan nyata di daerah supaya dampaknya tidak berhenti di level kebijakan.

Di sisi lain, sektor pendidikan juga masuk dalam daftar pihak yang perlu dilibatkan. Bima mendorong pemerintah daerah menggandeng lembaga pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.

Ia menilai daerah sebaiknya tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan listrik. Daerah juga perlu ikut membangun SDM, teknisi, dan rantai pendukung industri agar transisi menuju energi bersih berjalan lebih optimal.

Pesan itu disampaikan Bima Arya saat kunjungan ke Kantor Wali Kota Cilegon, Cilegon, pada Rabu (20/5/2026). Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, industri, dan dunia pendidikan dapat mempercepat tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik nasional.

Bagi daerah, arah kebijakan ini menjadi pengingat bahwa transisi energi sudah membutuhkan kesiapan yang benar-benar hadir di lapangan. Tanpa infrastruktur, teknisi, dan kemitraan yang kuat, adopsi kendaraan listrik akan lebih lambat memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version