Pertemuan UPH dan Binus di final Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta Season 1 menjadi sorotan utama karena dua kampus besar itu sama-sama melaju di sektor putra dan putri. Partai puncak yang akan berlangsung di Basketball Court UPH, Karawaci, Tangerang, langsung membawa nuansa duel klasik yang paling ditunggu di regional Jakarta.
Daya tarik final ini tidak hanya datang dari nama besar kedua kampus, tetapi juga dari cara mereka menembus laga puncak. Masing-masing tim membawa modal kemenangan semifinal yang penting, sehingga final terasa sebagai pertemuan dua program basket kampus yang sama-sama sedang berada di jalur kuat.
UPH tampil meyakinkan di kandang sendiri
UPH menunjukkan karakter yang berbeda saat bermain di depan publik sendiri. Pada semifinal putri, mereka sempat tertinggal 6-13 dari Institut Perbanas di kuarter pertama sebelum membalikkan keadaan dan menang 51-37.
Jennifer Chioma Igbojike menjadi salah satu pemain kunci UPH dengan torehan 15 poin. Ia menilai tekanan sebagai tuan rumah justru memberi dorongan tambahan agar tim tampil lebih baik.
Di sektor putra, UPH juga menjaga langkah tetap mantap. Mereka menundukkan Universitas Trisakti dengan skor 74-55 dan memastikan satu tempat di final regional Jakarta.
Binus menjaga ritme permainan
Binus tidak kalah solid dalam perjalanan menuju partai puncak. Tim putra mereka mengalahkan Institut Perbanas 68-56 setelah kuarter pertama berakhir imbang 11-11.
Setelah itu, Binus mengambil kendali pertandingan lewat pertahanan yang rapat dan serangan yang lebih agresif. Pelatih tim putra Binus, Jap Ricky Lesmana, menilai disiplin bertahan menjadi faktor utama kemenangan dan harus tetap dijaga untuk menghadapi final.
Di sektor putri, Binus lebih dulu mengamankan tiket final setelah menyingkirkan Universitas Budi Luhur dengan skor 55-41. Hasil itu membuat mereka datang ke final dengan kepercayaan diri yang terjaga di dua sektor sekaligus.
Persaingan menuju final sejak awal sudah ketat
Regional Jakarta musim ini berlangsung selama 24 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan 16 tim putra dan 8 tim putri dari 16 perguruan tinggi. Komposisi peserta yang merata membuat setiap pertandingan berjalan ketat sejak turnamen dimulai.
Situasi itu ikut memperbesar tensi menjelang final. Karena UPH dan Binus sama-sama lolos di putra dan putri, laga puncak di Karawaci dipastikan menjadi pusat perhatian dari rangkaian persaingan regional Jakarta.
Perebutan tiket nasional masih terbuka
Partai final memang penting, tetapi bukan satu-satunya laga yang menentukan nasib tim. Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan bahwa Regional Jakarta mendapat jatah tiga wakil putra ke The Nationals Campus League 2026 Basketball Season 1.
Tambahan slot itu muncul setelah Regional Samarinda hanya mengirim satu wakil, sehingga perebutan peringkat ketiga di Jakarta ikut memiliki arti besar. Dengan demikian, posisi ketiga tetap bisa membuka jalan ke panggung nasional.
Kondisi itu membuat seluruh pertandingan penentuan di Jakarta tetap bernilai tinggi. Final UPH kontra Binus memang menjadi laga paling dinanti, tetapi perebutan tempat lain juga masih memengaruhi peluang tim kampus untuk melangkah ke The Nationals.
Source: www.viva.co.id




