Pergerakan Bitcoin di pengujung April masih menyisakan ruang sangat kecil untuk mencatatkan hasil bulanan yang lebih tinggi. Aset kripto terbesar ini sudah menguat sekitar 13,71% dan hanya membutuhkan tambahan sekitar 0,5% untuk melewati capaian April 2025.
Jika dorongan tersebut muncul sebelum penutupan bulan, April berpotensi menjadi bulan terbaik Bitcoin sejak 2020. Namun, pasar masih menunggu kepastian karena kenaikan yang terjadi sejauh ini belum diiringi euforia berlebihan.
Kenaikan April masih berada di jalur kuat
Secara historis, April memang kerap menjadi bulan yang menarik bagi Bitcoin. Data Coinglass menunjukkan rata-rata kenaikan April berada di 13,11% dengan median return 10,49%, dan posisi Bitcoin saat ini sudah berada di atas kedua angka itu.
Meski demikian, pasar belum bisa langsung menganggap hasil bulan ini aman. Enam sesi perdagangan terakhir akan menentukan apakah Bitcoin benar-benar mampu menutup April dengan catatan yang melampaui performa April 2025.
Perjalanan awal tahun masih berliku
Kinerja April terasa lebih menonjol bila dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Bitcoin sempat turun 10,17% pada Januari dan kemudian terkoreksi 14,94% pada Februari.
Maret hanya memberi kenaikan tipis 1,81%, sehingga penguatan pada April menjadi perubahan arah yang jauh lebih meyakinkan. Pola ini menunjukkan bahwa pemulihan yang terjadi sepanjang bulan berjalan bukan muncul dari kondisi yang sepenuhnya stabil sejak awal tahun.
Riwayat April menunjukkan hasil yang tidak selalu seragam
Walau April sering memberi hasil positif, catatan lima tahun terakhir memperlihatkan variasi yang cukup tajam. Bitcoin naik 14,08% pada 2025 dan melonjak 34,26% pada 2020, tetapi juga turun 14,76% pada 2024.
Pada periode lain, hasilnya juga beragam. Bitcoin melemah 17,30% pada 2022, terkoreksi 1,98% pada 2021, dan hanya naik 2,81% pada 2023.
Sentimen pasar belum sepenuhnya pulih
Di sisi lain, kenaikan harga belum sepenuhnya mengubah sikap investor. Fear and Greed Index pada 25 April berada di level 31 dan masih menempatkan pasar di zona Fear.
Sebulan sebelumnya, indikator itu sempat jatuh ke level 10 atau Extreme Fear. Sepekan lalu angkanya masih 26, sehingga ada perbaikan bertahap dalam sentimen, meski belum cukup kuat untuk menunjukkan rasa optimistis yang luas.
Harga Bitcoin juga masih bergerak di sekitar $77,500. Level tersebut masih sekitar 38% di bawah rekor tertinggi $126,198 yang tercapai pada Oktober 2025, sehingga sebagian pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu arah berikutnya lebih jelas.
Arus ETF dan dolar ikut memberi dukungan
Pemulihan selama April juga mendapat sokongan dari arus masuk ETF yang menguat. Selain itu, pelemahan dolar turut membantu minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Meski begitu, kondisi pasar tidak menunjukkan spekulasi berlebihan. Funding rate perpetual BTC sempat berada di sekitar nol atau negatif selama beberapa bagian bulan ini, yang mengindikasikan trader belum ramai mengejar reli dengan penggunaan leverage.
Ketegangan global masih menahan selera risiko
Di luar faktor pasar kripto sendiri, suasana global juga ikut memengaruhi langkah Bitcoin. Ketegangan AS-Iran dan konflik di Timur Tengah membuat pasar keuangan tetap waspada sepanjang April.
Kondisi itu menambah lapisan kehati-hatian di tengah pemulihan harga. Karena itu, meski Bitcoin sudah mendekati rekor performa bulanan, banyak pelaku pasar masih menunggu penutupan akhir bulan sebelum menilai seberapa kuat pemulihan kali ini benar-benar bertahan.





