Peluncuran New Glenn milik Blue Origin membawa kabar campur aduk bagi AST SpaceMobile. BlueBird 7 memang berhasil terlepas dari wahana peluncur dan sempat aktif, tetapi satelit itu tidak masuk ke orbit yang cukup tinggi untuk menjalankan misi sebagaimana direncanakan.
Masalah utama bukan pada proses lepas landas atau pemisahan muatan, melainkan pada ketinggian orbit yang dicapai. AST SpaceMobile menyebut BlueBird 7 berada pada orbit yang disebut off-nominal, atau berada di luar parameter yang diharapkan, sehingga satelit itu tidak bisa dipertahankan dengan sistem pendorong yang ada di dalamnya.
Orbit yang terlalu rendah membuat misi gagal dipertahankan
Kondisi orbit yang melenceng ini menjadi pukulan penting bagi rencana AST SpaceMobile. Satelit tersebut akhirnya harus dideorbit karena posisinya tidak memungkinkan untuk terus bertahan di luar angkasa sesuai fungsi yang dituju.
Perusahaan menjelaskan bahwa walaupun satelit berhasil menyala setelah terpisah dari roket, ketinggian yang didapat tetap tidak memadai. Dengan keterbatasan itu, opsi teknis yang tersisa hanyalah menurunkan satelit dari orbit.
Situasi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan peluncuran tidak otomatis berarti misi selesai dengan baik. Sebuah satelit bisa saja lepas dari roket dan aktif, tetapi jika orbit yang ditempuh tidak sesuai, fungsi utamanya tetap tidak tercapai.
Blue Origin mencatat keberhasilan pada pemulihan roket
Di sisi lain, peluncuran New Glenn sendiri tetap memberi pencapaian penting bagi Blue Origin. Roket itu meluncur dari Launch Complex 36 di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, dan tahap pertamanya berhasil kembali mendarat di droneship Jacklyn di Samudra Atlantik sekitar enam menit setelah lepas landas.
Pemulihan tahap pertama itu menjadi sorotan karena merupakan penggunaan ulang pertama untuk booster orbital-class milik perusahaan. Dalam aspek ini, misi menunjukkan kemajuan yang berarti bagi kemampuan pendaratan dan pemulihan roket.
Blue Origin sebelumnya juga telah mengonfirmasi bahwa pemisahan muatan berjalan normal. Perusahaan menyampaikan bahwa AST SpaceMobile sudah memastikan satelitnya aktif, meski pada saat yang sama mengakui bahwa BlueBird 7 ditempatkan di orbit yang tidak sesuai harapan.
BlueBird 7 punya peran besar dalam konstelasi AST SpaceMobile
Kegagalan mencapai orbit yang tepat membuat posisi BlueBird 7 menjadi sangat penting dalam strategi perusahaan. Satelit ini disiapkan untuk memperkuat konstelasi komunikasi AST SpaceMobile di orbit rendah Bumi.
Tujuan utamanya adalah memperluas layanan broadband berbasis satelit yang dapat langsung terhubung ke smartphone konsumen. Karena itu, setiap satelit baru memegang peran untuk menopang jaringan yang lebih luas, dan hilangnya satu unit jelas menghambat ritme pengembangan konstelasi.
BlueBird 7 juga termasuk salah satu satelit terbesar di luar angkasa. Antenanya membentang seluas 2.400 kaki persegi atau sekitar 223 meter persegi, ukuran yang menunjukkan besarnya ambisi AST SpaceMobile di sektor komunikasi ruang angkasa.
Ada penyangga finansial, tetapi dampak teknis tetap terasa
Di tengah kerugian teknis tersebut, AST SpaceMobile menyampaikan bahwa biaya satelit itu diperkirakan dapat dipulihkan melalui polis asuransi perusahaan. Informasi ini memberi sedikit kepastian finansial, meski tidak mengubah fakta bahwa misi satelit tersebut tidak berjalan sesuai target.
Bagi Blue Origin, hasil peluncuran ini menghadirkan dua wajah yang berbeda. Satu sisi menunjukkan keberhasilan pada pendaratan kembali booster, sementara sisi lain memperlihatkan kegagalan penempatan muatan pelanggan ke orbit yang sesuai.
Pertanyaan baru untuk penerbangan berikutnya
Belum ada kejelasan mengenai seberapa jauh masalah pada BlueBird 7 akan memengaruhi jadwal maupun tingkat kepercayaan terhadap penerbangan New Glenn selanjutnya. Kondisi ini membuat perhatian tidak hanya tertuju pada satu misi, tetapi juga pada konsistensi kinerja roket ke depan.
Sorotan itu ikut merembet ke agenda Blue Origin yang lebih luas, termasuk rencana pendaratan robotik di Bulan yang masih dijadwalkan tahun ini. Dalam program tersebut, perusahaan menggunakan lander prototipe MK1 “Endurance” sebagai wahana uji sebelum MK2 yang lebih besar, yang nantinya akan mendukung misi astronaut NASA Artemis ke kutub selatan Bulan.
Bagi AST SpaceMobile, perhatian utama kini bergeser ke analisis teknis dan langkah penyesuaian berikutnya. Perusahaan perlu menjaga target pengembangan konstelasi komunikasi di orbit rendah Bumi, sementara Blue Origin harus menghadapi kenyataan bahwa keberhasilan peluncuran belum tentu membuat muatan pelanggan sampai ke orbit yang tepat.