BMKG kembali mengingatkan warga Jawa Tengah agar waspada terhadap cuaca yang belum stabil pada Rabu dini hari. Sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang hingga sekitar pukul 03.00 WIB.
Peringatan ini penting terutama bagi warga yang masih berada di jalan pada jam-jam tersebut. Solo Raya dan Pantura termasuk kawasan yang perlu memperhatikan perubahan cuaca, sebab hujan dapat datang cepat dan mengganggu perjalanan antarkota maupun jalur utama.
Sejumlah wilayah sudah masuk pantauan
Dalam pembaruan BMKG pada pukul 00.10 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat mulai terpantau sejak pukul 00.20 WIB di 12 kabupaten dan kota. Wilayah itu mencakup Cilacap, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, Batang, Pekalongan, dan Kota Pekalongan.
Di Cilacap, potensi hujan disebut meliputi Binangun dan Nusawungu. Sementara di Sukoharjo, area yang masuk pantauan adalah Nguter, dan di Wonogiri meliputi Kecamatan Wonogiri.
Solo Raya mendapat perhatian khusus
Di wilayah Solo Raya, sebaran potensi hujan terlihat cukup luas dan tidak merata. Sragen masuk daftar dengan wilayah terdampak di Masaran, Kedawung, Ngrampal, Karangmalang, Sragen, Sidoharjo, Tanon, Mondokan, Sukodono, dan Gesi.
Karanganyar juga tercatat memiliki banyak kecamatan yang perlu diwaspadai. Daerah yang masuk pantauan antara lain Jumapolo, Kebakkramat, Mojogedang, Jatipuro, Jatiyoso, Jumantono, Matesih, Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan, Colomadu, dan Gondangrejo.
Sukoharjo pun tidak luput dari perluasan hujan. BMKG menyebut Bulu, Sukoharjo, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, dan Kartasura berpotensi terdampak, sedangkan di Kota Surakarta ada lima kecamatan yang masuk wilayah potensi hujan, yaitu Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Banjarsari.
Pantura ikut masuk daftar rawan
Pantura menjadi kawasan lain yang perlu dicermati karena hujan diperkirakan meluas ke beberapa kabupaten. Di Grobogan, wilayah yang dipantau meliputi Penawangan, Toroh, Geyer, Purwodadi, Brati, Klambu, Gubug, dan Tanggungharjo.
Di Pati, daerah yang perlu memperhatikan perkembangan cuaca antara lain Sukolilo, Tayu, Dukuhseti, Kayen, Gabus, Margorejo, Gembong, Tlogowungu, Margoyoso, Gunungwungkal, Cluwak, dan Trangkil. Kudus juga masuk zona waspada melalui Undaan, Mejobo, Gebog, Kaliwungu, Kota Kudus, Jati, Jekulo, Bae, dan Dawe.
Jepara tercatat memiliki sebaran yang cukup luas, mulai dari Mayong, Batealit, Jepara, Mlonggo, Karimun Jawa, Nalumsari, Pakis Aji, Donorojo, Kedung, Pecangaan, Welahan, Bangsri, Keling, Tahunan, Kalinyamatan, hingga Kembang. Selain itu, Batang, Pekalongan, dan Kota Pekalongan juga berada dalam daftar dengan sebaran di Kandeman, Wonotunggal, Wiradesa, Wonokerto, serta Pekalongan Barat, Timur, Utara, dan Selatan.
Warga diminta memantau cuaca sebelum berangkat
BMKG juga menyebut potensi perluasan hujan ke wilayah lain di Jawa Tengah. Area yang ikut dipantau mencakup Waduk Kedungombo, sebagian besar Cilacap, beberapa kecamatan di Banyumas, Kebumen, Boyolali, serta sebagian Kabupaten Semarang, Blora, Pemalang, dan Tegal.
Di Demak, kondisi serupa berpotensi meluas ke Mranggen, Karangawen, Guntur, Sayung, Karangtengah, Wonosalam, Dempet, Gajah, Karanganyar, Mijen, Demak, Bonang, Wedung, dan Kebonagung. Dengan kondisi yang bisa berubah cepat, pengendara di jalur utama disarankan mengecek perkembangan cuaca sebelum berangkat agar perjalanan tetap aman hingga dini hari berakhir.
Source: jateng.murianews.com