Bukan Sekadar Ganti Armada, Bhisa Perketat Seleksi Driver Untuk Mobil Listrik Baru

Bagi Bhisa, mobil listrik bukan sekadar armada baru. Perusahaan justru menaruh perhatian besar pada orang yang akan mengemudikannya, karena kualitas layanan dinilai menjadi pembeda utama di tengah persaingan travel yang kian padat.

Itulah sebabnya puluhan driver disaring dan dibekali lebih dulu sebelum mobil listrik masuk ke layanan secara bertahap. Pembekalan itu digelar di pool Bhisa Mekarwangi, Bandung, pada Rabu (3/6/2026), sebagai bagian dari persiapan menuju operasional baru yang mengandalkan kendaraan listrik.

Operasional Manager Bhisa Shuttle, Deny Cahya, menjelaskan bahwa perusahaan sengaja memasukkan para driver ke dalam kelas pelatihan. Menurut dia, unit mobil listrik akan ditangani oleh orang-orang pilihan yang sudah melewati proses pembinaan.

Bhisa melihat persaingan bisnis travel tidak lagi cukup ditentukan oleh jenis kendaraan yang dipakai. Karena itu, perusahaan memperkuat standar layanan lewat pelatihan yang dijalankan secara rutin agar kualitas di lapangan tetap konsisten.

Pembinaan itu juga tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Bhisa menyiapkan pengawasan berkala supaya para driver tetap berada dalam standar yang diinginkan saat melayani penumpang.

Fokus tidak hanya pada kemampuan mengemudi

Pembekalan yang diberikan kepada driver tidak hanya menyentuh urusan teknis berkendara. Bhisa juga memasukkan pendampingan psikologis sebagai bagian dari persiapan pengemudi.

Deny Cahya mengatakan driver yang menghadapi persoalan pribadi, termasuk masalah rumah tangga, akan dipanggil untuk mendapat pendampingan. Langkah ini dipakai agar kondisi mental pengemudi tetap stabil ketika bertugas.

Pemantauan juga dilakukan saat driver berada dalam kondisi stres. Dengan cara itu, Bhisa ingin memastikan layanan tetap aman, nyaman, dan konsisten meski tuntutan operasional terus berjalan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peralihan ke mobil listrik di Bhisa tidak berhenti pada penggantian mesin. Transformasi itu juga menyentuh kesiapan sumber daya manusia yang berhadapan langsung dengan pelanggan.

Sebanyak 50 unit disiapkan bertahap

Pada tahap awal, Bhisa menyiapkan sekitar 50 unit mobil listrik. Kendaraan itu dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan Juni 2026.

Layanan awal akan difokuskan pada perjalanan jarak pendek. Rute yang disasar mencakup Bandung, Purwakarta, Karawang, dan Cirebon.

Bhisa menyebut pergantian armada lama ke mobil listrik akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal ini menjadi pintu masuk untuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi transportasi sekaligus mendukung pengurangan emisi.

Perusahaan selama ini melayani mobilitas penumpang ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. Karena itu, perubahan armada dan penguatan kapasitas driver dipandang penting untuk menjaga daya saing.

Layanan jadi penentu utama

Deny Cahya menegaskan bahwa banyak rekanan atau unit travel lain sudah memiliki mobil yang sama. Namun, menurut dia, titik pembeda justru ada pada cara penumpang dilayani dari awal hingga akhir perjalanan.

Pandangan itu menjadi alasan Bhisa memperketat seleksi driver untuk unit baru. Perusahaan ingin memastikan mobil listrik tidak hanya terlihat modern, tetapi juga didukung pengemudi yang siap memberi pengalaman perjalanan lebih baik.

Harapan serupa disampaikan HR Manager Bhineka Sangkuriang Shuttle, Winardi. Ia menilai transformasi ini diharapkan membuat kendaraan listrik Bhisa tetap menjadi travel terbaik dengan menjaga kenyamanan dan keselamatan pelanggan.

Dengan pelatihan berkala, pengawasan rutin, dan pendampingan psikologis, Bhisa berupaya menjaga perubahan armada berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengemudi. Saat 50 unit mobil listrik mulai melayani rute-rute pendek pada pertengahan Juni 2026, kesiapan driver akan ikut menentukan mutu layanan di lapangan.

Baca Juga

Back to top button