Bantuan langsung tunai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau kembali mengalir di Bojonegoro, meski nilai dana transfer tahun ini mengalami penurunan. Pemkab Bojonegoro tetap menetapkan pencairan BLT DBHCHT 2026 sebesar Rp875 ribu per buruh rokok agar dukungan ekonomi bagi pekerja sektor ini tidak terhenti.
Penyaluran tahap pertama dilakukan secara simbolis di PT Gelora Djaja, Kecamatan Baureno, pada Rabu (13/5/2026). Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memimpin langsung proses itu untuk memastikan dana cukai tersalurkan kepada penerima yang berhak.
Pemkab Bojonegoro menaruh perhatian pada kecepatan pencairan sejak awal Mei. Nurul Azizah menyampaikan pemerintah daerah ingin bantuan itu cair sebelum tanggal 15 supaya manfaatnya segera dirasakan oleh buruh rokok.
Program BLT DBHCHT ini tidak hanya menyasar pekerja lokal. Penerimanya juga mencakup warga Bojonegoro yang bekerja di perusahaan rokok luar daerah, sehingga manfaat program tetap menjangkau buruh yang memenuhi ketentuan penerimaan.
Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro ikut menyalurkan bantuan secara bertahap kepada para penerima manfaat. Skema bertahap ini dipakai agar pencairan berjalan lebih merata dan cepat sampai ke buruh rokok yang masuk daftar penerima.
Meski nilainya turun dibanding tahun sebelumnya, program tersebut tetap dilanjutkan. Penurunan nominal terjadi karena dana transfer dari pemerintah pusat berkurang, namun Pemkab Bojonegoro memilih mempertahankan BLT DBHCHT yang sudah berjalan sejak 2023.
Nurul Azizah menilai bantuan itu penting bagi pekerja pabrik rokok dan berharap nominal Rp875 ribu per buruh rokok tetap memberi manfaat. Ia juga menyebut bantuan tersebut diharapkan menjadi berkah bagi para penerima.
Pemkab Bojonegoro menempatkan penyaluran BLT DBHCHT sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan pekerja sektor rokok. Pemerintah daerah menegaskan pemanfaatan dana cukai harus diarahkan kepada kelompok yang memang berhak menerima.
Di pihak pabrik, penyaluran bantuan itu disambut baik oleh manajemen PT Gelora Djaja. Hendra Bahtiar, Manager PT Gelora Djaja, menilai program ini sudah lama dinantikan para pekerja, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro atas sinergi yang dinilai memberi dampak baik bagi karyawan dan masyarakat Bojonegoro. Bagi buruh rokok, BLT DBHCHT menjadi dukungan langsung yang menyentuh kebutuhan mereka sehari-hari.