Daging kurban yang baru sampai ke rumah ternyata tidak sebaiknya langsung dibekukan. Ada langkah antara yang penting dilakukan agar mutu daging tetap terjaga, aromanya tidak berubah, dan penyimpanannya lebih aman untuk waktu yang lebih lama.
Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada, Ir. Nanung Danar Dono, menekankan bahwa penanganan pada jam-jam awal setelah daging lepas dari tubuh hewan sangat menentukan kualitasnya. Daging yang terlalu lama dibiarkan di suhu ruang akan lebih cepat turun mutunya dan berisiko ditumbuhi mikroba.
Salah satu tahap yang disarankan adalah menaruh daging dulu di kulkas sebelum masuk ke freezer. Daging sebaiknya transit selama 12 hingga 24 jam di ruang pendingin agar proses penyimpanan berjalan lebih baik.
Cara ini juga membuat daging lebih mudah ditata saat hendak disimpan lebih lama. Stok di freezer pun bisa lebih rapi dan tidak mudah mengganggu bahan pangan lain yang sudah lebih dulu ada di dalamnya.
Jangan dicuci lebih dulu bila masih bersih
Kesalahan yang masih sering terjadi adalah mencuci daging sebelum disimpan. Jika daging masih bersih, langkah itu justru sebaiknya ditunda sampai waktu memasak.
Air yang menempel pada permukaan dan serat daging dapat menambah kelembapan. Kondisi ini dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan memunculkan aroma yang kurang sedap selama penyimpanan.
Karena itu, pencucian lebih aman dilakukan saat daging akan diolah. Cara ini membantu menjaga kualitas daging tetap baik, baik saat masih berada di kulkas maupun setelah dipindahkan ke freezer.
Potong per porsi agar lebih praktis
Sebelum masuk ke wadah penyimpanan, daging lebih baik dibagi sesuai kebutuhan masak. Penyimpanan per porsi membuat daging lebih praktis digunakan tanpa harus mencairkan seluruh stok sekaligus.
Langkah ini juga membantu menjaga suhu tetap stabil. Daging tidak perlu berulang kali keluar masuk freezer, sehingga mutu, tekstur, dan kesegarannya lebih terjaga.
Untuk menyimpannya, daging bisa dimasukkan ke plastik bening atau wadah tertutup. Kemasan yang rapi memudahkan penataan di kulkas dan membantu menjaga isi penyimpanan tetap teratur.
Pisahkan dari bahan makanan lain
Daging mentah sebaiknya tidak disimpan berdampingan dengan makanan lain. Pemisahan ini penting untuk menekan risiko kontaminasi bakteri dan mencegah aroma daging menyebar ke bahan pangan di sekitarnya.
Rak atau wadah khusus untuk daging mentah menjadi pilihan yang lebih aman. Jika ada, kontainer kedap udara dapat membantu menahan bau agar tidak menyebar ke seluruh isi kulkas.
Cara ini juga mendukung kebersihan kulkas secara keseluruhan. Makanan matang pun menjadi lebih terlindungi dari risiko kontaminasi silang.
Bumbu bisa dipakai, tetapi kemasan tetap harus rapat
Sebagian orang memilih membumbui daging sebelum disimpan di freezer. Garam, kunyit, bawang, dan rempah-rempah disebut dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.
Bumbu juga memberi keuntungan lain karena dapat membuat daging lebih sedap saat nanti diolah. Meski begitu, penyimpanan tetap harus menggunakan wadah yang tertutup rapat agar kualitas daging tetap terjaga.
Penggunaan bumbu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Cara itu bisa membantu, tetapi tidak menggantikan pentingnya kemasan yang aman selama penyimpanan.
Simpan secukupnya, jangan terlalu lama
Daging tetap punya batas ketahanan meski disimpan dalam suhu dingin. Jika disimpan terlalu lama, kualitasnya bisa menurun dari sisi rasa, tekstur, maupun aroma.
Untuk penyimpanan di kulkas, daging sebaiknya segera diolah dalam beberapa hari. Jika ingin disimpan lebih lama, freezer memang menjadi pilihan yang lebih aman, tetapi tetap tidak disarankan untuk terlalu lama.
Semakin panjang masa simpan, kualitas daging akan terus menurun. Karena itu, penanganan cepat sejak awal menjadi kunci agar daging kurban tetap aman, segar, dan tidak menimbulkan bau tak sedap.
Source: www.suara.com