Carragher Sorot Ledakan Kritik Salah, Anggap Liverpool Terguncang Di Saat Krusial

Reaksi Jamie Carragher terhadap Mohamed Salah menambah panas situasi di Liverpool. Legenda klub itu menilai komentar terbuka sang penyerang sudah keluar dari batas, lalu menyamakannya dengan pola yang pernah terlihat pada Cristiano Ronaldo di Manchester United.

Sorotan ini muncul setelah Salah melontarkan unek-uneknya melalui media sosial. Ia meminta Liverpool kembali ke gaya bermain menyerang yang ia sebut “heavy metal”, sambil menegaskan bahwa identitas itu harus dipulihkan dan dipertahankan.

Nada pernyataan Salah membuat kritik terhadap Arne Slot ikut menguat. Di mata banyak pihak, langkah itu terdengar seperti ketidakpuasan terhadap pendekatan taktik sang manajer, apalagi Salah masih menjadi bagian dari skuad utama Liverpool.

Carragher menanggapi keras dengan menyebut Salah bersikap egois. Ia menilai kepentingan pribadi tampak lebih menonjol ketimbang kepentingan tim, terutama karena komentar itu muncul saat Liverpool sedang membutuhkan fokus penuh.

Perbandingan dengan Ronaldo

Dalam penilaiannya, Carragher melihat kemiripan yang jelas dengan Cristiano Ronaldo. Ia merujuk pada periode kedua Ronaldo di Manchester United, ketika sang penyerang juga tersingkir dari tim utama, lalu menyerang Erik ten Hag dan menyalahkan klub.

Carragher mengatakan kepada Sky Sports bahwa ia sudah memperkirakan situasi seperti ini akan memuncak pada akhir musim. Ia bahkan menyebut Salah seperti menjatuhkan “bom” sebagaimana yang dilakukan Ronaldo saat meninggalkan Manchester United.

Ia juga mengaku semula mengira Salah akan segera melupakan persoalan itu. Namun yang terjadi justru sebaliknya, karena kritik terbuka sang penyerang terus menyita perhatian publik dan memunculkan perdebatan baru.

Waktu yang dianggap tidak tepat

Carragher menyoroti waktu kemunculan komentar Salah. Menurutnya, Liverpool sedang berada dalam fase penting dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan, sehingga pernyataan seperti itu justru mengganggu suasana tim.

Dari sudut pandang itu, masalahnya bukan hanya isi kritik Salah. Waktu penyampaiannya dianggap memperbesar dampak, karena klub sedang membutuhkan ketenangan saat persaingan masih berjalan ketat.

Sorotan pun bergeser dari sekadar isi unggahan media sosial menjadi hubungan internal di ruang ganti. Posisi Salah di bawah Arne Slot ikut ikut dipertanyakan, karena komentar itu datang ketika perannya di lapangan juga mulai sering dibahas.

Kisah Ronaldo sebagai pembanding

Perbandingan Carragher terasa tajam karena pengalaman Ronaldo masih segar dalam ingatan publik. Pada musim 2022/23, Ronaldo mengaku sakit hati kepada Ten Hag karena kerap dicadangkan dan lebih sering menjadi cameo.

Setelah meninggalkan Manchester United pada awal 2023 dan bergabung dengan Al Nassr, Ronaldo kemudian melontarkan kritik keras terhadap klub lamanya. Ia bahkan menyebut United belum berubah lebih baik sejak kedatangannya pada 2003, serta mengatakan Ten Hag tidak mengerti apa-apa soal sepakbola.

Rangkaian itu membuat analogi Carragher terhadap Salah semakin ramai dibicarakan. Dua pemain besar sama-sama berada dalam situasi saat peran mereka dipertanyakan, lalu memilih berbicara terbuka tentang arah tim dan hubungan dengan pelatih.

Bagi Liverpool, persoalan ini kini tidak lagi berhenti pada satu komentar Salah. Yang ikut dipertaruhkan adalah harmoni ruang ganti, cara klub merespons kritik dari salah satu pemain paling berpengaruh, dan bagaimana hubungan antara bintang utama dengan staf pelatih berkembang setelah sorotan publik semakin tajam.

Baca Juga

Back to top button