Harapan Liverpool untuk melihat Mohamed Salah kembali bermain sebelum musim berakhir tetap terbuka setelah hasil pemeriksaan menunjukkan cedera yang dialaminya tidak separah dugaan awal. Penyerang asal Mesir itu hanya mengalami cedera otot ringan, sehingga peluangnya untuk pulih sebelum kompetisi 2025/2026 selesai masih ada.
Kabar tersebut langsung meredakan kekhawatiran suporter yang sempat mengira Salah akan menepi hingga akhir musim. Situasi ini juga menjaga kemungkinan Anfield menjadi panggung perpisahan bagi salah satu pemain paling penting dalam skuad Liverpool.
Masalah fisik yang sempat memicu kekhawatiran
Salah mengalami gangguan saat Liverpool menghadapi Crystal Palace di Anfield pada hari Sabtu. Ia ditarik keluar pada menit ke-59 setelah mengeluhkan masalah fisik yang membuat staf tim memilih tidak mengambil risiko lebih besar.
Pada awalnya, cedera itu memunculkan dugaan adanya masalah hamstring. Namun, Liverpool kemudian menegaskan bahwa kondisi pemain nomor 11 tersebut hanya cedera otot ringan.
Keputusan untuk menariknya keluar lebih cepat diambil sebagai langkah pencegahan. Klub ingin memastikan tidak ada cedera yang berkembang menjadi lebih serius di fase akhir musim.
Peluang tampil lagi di Anfield
Bagi Liverpool, kabar pemulihan ini sangat penting karena Salah masih masuk dalam rencana tim sebelum musim panas nanti. Kepergiannya pada musim panas sudah menjadi bagian dari rencana yang berjalan, sehingga setiap peluang tampil tersisa punya nilai besar.
Musim ini, Salah sudah mencatatkan 12 gol dari 39 laga. Pada usia 33 tahun, ia tetap menjadi tumpuan di lini depan dan kontribusinya masih dibutuhkan sampai musim benar-benar selesai.
Jika pemulihannya berjalan sesuai harapan, laga pekan ke-38 melawan Brentford di Anfield pada 24 Mei bisa menjadi kesempatan terakhirnya bermain di depan publik sendiri. Momen itu berpotensi menjadi perpisahan emosional bagi pendukung Liverpool.
Dukungan dari ruang ganti
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, ikut memberikan dukungan kepada rekan setimnya. Ia menilai Salah punya peluang besar untuk pulih lebih cepat karena berada di tangan orang-orang yang tepat.
Van Dijk juga memahami betapa beratnya momen ketika Salah harus ditarik keluar di Anfield. Menurut bek asal Belanda itu, situasi tersebut terasa emosional karena terjadi di penghujung musim dan di tengah kabar bahwa hanya tersisa dua laga kandang bagi Salah.
Meski kabar terbaru cukup melegakan, Liverpool tetap harus menjalani beberapa laga penting tanpa kehadiran Salah dalam waktu dekat. Tim asuhan Arne Slot dijadwalkan menghadapi Manchester United dan Chelsea pada 9 Mei tanpa sang penyerang.
Jika proses pemulihan berjalan lancar, Salah diharapkan bisa kembali mendekati akhir musim. Liverpool kini menanti apakah Anfield akan benar-benar menjadi tempat perpisahan terakhirnya sebelum ia meninggalkan klub pada musim panas nanti.