Manchester City kini berada dalam posisi yang jauh lebih rumit dalam perburuan gelar Liga Inggris setelah ditahan imbang 3-3 oleh Everton. Pep Guardiola pun mengakui timnya tidak lagi sepenuhnya memegang nasib sendiri, karena jarak dengan Arsenal melebar menjadi lima poin.
Hasil di Stadion Hill Dickinson itu terasa berat bagi City karena mereka sempat tertinggal 1-3 hingga menit ke-81. Meski begitu, dua gol di penghujung laga membuat mereka pulang dengan satu poin, bukan tanpa hasil.
Guardiola menilai tambahan satu angka tetap lebih baik daripada kehilangan semuanya di laga yang berlangsung sulit. Ia juga menegaskan bahwa kemenangan akan jauh lebih berharga dalam situasi perebutan gelar yang makin ketat.
City sebenarnya sempat tampak nyaman pada babak pertama. Namun, keadaan berubah ketika Everton menaikkan intensitas permainan setelah turun minum dan mulai lebih agresif menekan.
Situasi itu membuat kendali City berangsur hilang. Guardiola melihat laga tersebut sebagai pertandingan yang menuntut fokus penuh, terutama saat lawan mulai menemukan ritme dan meningkatkan tekanan.
Dua gol penutup City lahir lewat Erling Haaland dan Jérémy Doku. Haaland lebih dulu memperkecil ketertinggalan, lalu Doku menyamakan kedudukan dengan tendangan melengkung yang dramatis.
“Gol kedua dan ketiga kami luar biasa dan kami mendapatkan satu poin,” kata Guardiola. Ucapan itu memperlihatkan bahwa City masih punya daya bangkit, meski hasil akhirnya belum memenuhi target mereka.
Lebih jauh, Guardiola berbicara lugas soal posisi City di klasemen yang kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Ia menyebut sebelumnya situasi masih dikendalikan oleh City dan Arsenal, tetapi kondisi itu sudah berubah.
Dengan keadaan seperti ini, City harus terus meraih hasil sambil menunggu perkembangan dari tim-tim lain di papan atas. Mereka masih akan menghadapi Brentford pada Sabtu, 16 Mei 2026, dalam laga yang tetap penting untuk menjaga peluang.
Guardiola juga menolak anggapan bahwa timnya kehilangan keberanian saat tertinggal jauh. Menurut dia, justru karakter pantang menyerah terlihat ketika City masih mampu mengejar ketertinggalan besar di akhir laga.
“Jika Anda menyerah, Anda tidak bisa melakukan apa yang telah kami lakukan malam ini,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa Guardiola masih melihat mental timnya tetap hidup di tengah tekanan perebutan gelar.
Di kubu lawan, David Moyes menilai hasil imbang ini terasa seperti pukulan bagi peluang Everton menembus kompetisi Eropa. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi peningkatan performa timnya setelah tampil buruk pada babak pertama.
Moyes bahkan menyebut paruh pertama sebagai yang terburuk saat melawan salah satu tim papan atas. Ia juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti untuk Everton setelah insiden antara Bernardo Silva dan Merlin Röhl yang sempat ditinjau VAR.
Bagi City, satu poin dari markas Everton memang masih menjaga mereka tetap dekat dengan persaingan di papan atas. Namun, selisih yang melebar dan kendali yang mulai lepas membuat setiap laga berikutnya terasa semakin menentukan.
Source: www.beritasatu.com