OpenAI mulai menggeser Codex dari alat bantu pengembang menjadi sistem kerja yang lebih luas untuk perusahaan. Enam plugin baru yang dirilis perusahaan itu menargetkan pekerjaan di perbankan, penjualan, desain produk, analisis data, investasi saham, dan bidang profesional lain yang selama ini banyak bergantung pada pekerja pengetahuan.
Langkah ini menandakan bahwa persaingan AI enterprise tidak lagi berhenti di pemrograman. OpenAI kini ingin membuat Codex relevan untuk lebih banyak fungsi kantor, dari tim analis hingga bankir investasi.
Perluasan itu datang bersamaan dengan pertumbuhan pengguna yang sangat cepat. OpenAI menyebut Codex kini memiliki lebih dari 5 juta pengguna aktif mingguan, naik lebih dari enam kali lipat sejak aplikasi desktop-nya diluncurkan pada Februari.
Meski pengembang perangkat lunak masih menjadi kelompok terbesar, pekerja pengetahuan kini mencakup sekitar 20 persen basis pengguna Codex. Kelompok ini juga disebut tumbuh jauh lebih cepat, yang memperlihatkan bahwa pemakaian AI mulai meluas ke pekerjaan kantor yang lebih umum.
Dalam laporan berjudul The Next Era of Knowledge Work, OpenAI menegaskan Codex tidak lagi sekadar alat coding. Perusahaan melihat alat ini makin sering dipakai lintas profesi untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin, mempercepat alur kerja, dan mengurangi hambatan dalam pekerjaan pengetahuan modern.
Dorongan ke sektor bernilai tinggi
Enam plugin baru itu mencakup data analytics, creative production, sales, product design, equity investing, dan investment banking. OpenAI merancangnya sebagai kombinasi instruksi, integrasi, dan konteks agar Codex bisa menjalankan tugas yang menyerupai pekerjaan profesional di bidang-bidang tersebut.
OpenAI menyebut plugin itu dibuat agar langsung berguna sejak hari pertama. Namun, performanya disebut masih dapat ditingkatkan jika perusahaan menyesuaikannya dengan alur kerja internal masing-masing.
Fokus pada investment banking dan equity investing juga memperlihatkan arah pasar yang ingin digarap OpenAI. Sektor keuangan kini menjadi salah satu medan persaingan terbesar bagi perusahaan AI, terutama karena banyak tugas di dalamnya bernilai tinggi dan sarat pekerjaan rutin.
Anthropic lebih dulu mendorong agen AI khusus industri, terutama untuk institusi keuangan. Pada Mei, perusahaan itu memperkenalkan sepuluh agen khusus yang dapat menangani pekerjaan umum di sektor keuangan, termasuk menyiapkan pitch book, menyusun credit memo, dan membantu perusahaan menutup pembukuan.
Anthropic juga memperluas kemitraan dengan bank, penyedia data keuangan, dan platform perangkat lunak untuk memperdalam adopsi di bisnis besar. Di sisi lain, laporan sebelumnya menyebut Goldman Sachs bekerja sama dengan Anthropic untuk membangun agen AI bagi fungsi internal seperti akuntansi transaksi, operasi perdagangan, onboarding klien, dan due diligence.
Goldman Sachs memperkirakan teknologi itu bisa memangkas waktu yang dibutuhkan untuk banyak tugas operasional. Dalam konteks itu, langkah OpenAI ke bankir dan investor menunjukkan perusahaan tidak ingin tertinggal di pasar enterprise yang bernilai besar.
Fitur baru untuk penggunaan yang lebih dalam di perusahaan
Selain plugin, OpenAI juga menambahkan fitur bernama Sites. Fitur ini membuat Codex bisa mengubah hasil kerjanya menjadi situs web interaktif yang di-host, bukan hanya menghasilkan file lokal.
Untuk mendukung Sites, OpenAI bekerja sama dengan Wix, Replit, dan Figma. Perusahaan juga memberi sinyal bahwa ekosistem ini masih bisa bertambah dengan mitra lain di masa depan.
Tambahan lain adalah Annotations, yang memungkinkan pengguna menyorot bagian tertentu dari dokumen atau file. Dengan konteks yang lebih presisi, Codex diharapkan memberi hasil yang lebih relevan dan lebih sesuai dengan kebutuhan tugas.
Peluncuran fitur-fitur itu juga hadir hanya beberapa pekan setelah OpenAI mengumumkan OpenAI Deployment Company. Usaha patungan tersebut didukung pendanaan lebih dari $4 miliar dari firma investasi global dan difokuskan untuk membantu bisnis mengintegrasikan teknologi OpenAI lebih dalam ke operasi mereka.
Chief revenue officer OpenAI, Denise Dresser, mengatakan AI kini makin mampu melakukan pekerjaan yang bermakna di dalam organisasi. Menurut dia, tantangan berikutnya adalah membantu perusahaan mengintegrasikan sistem itu ke infrastruktur dan alur kerja yang menjalankan bisnis mereka.
Dengan pengembangan terbaru ini, Codex terlihat bergerak dari alat bantu pemrograman menjadi platform kerja yang lebih luas. OpenAI kini menempatkannya sebagai alat untuk analisis, penjualan, desain produk, investasi, dan perbankan, sejalan dengan dorongan besar AI enterprise masuk ke pekerjaan harian di kantor.
Source: www.indiatoday.in




