Langkah Danantara masuk ke sebagian saham Gojek menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan penurunan potongan komisi ojek online. Keterlibatan badan pengelola investasi itu diarahkan untuk menekan biaya aplikasi yang selama ini dibebankan kepada pengemudi dan menjaga pendapatan mitra tetap lebih terlindungi.
Di tengah pembahasan soal skema baru itu, target penurunan komisi menjadi 8 persen ikut mengemuka. Kebijakan tersebut disebut akan berjalan bertahap agar penyesuaian tidak mengganggu stabilitas pendapatan para pengemudi.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa Danantara sudah mulai membeli sebagian saham aplikator. Langkah itu dikaitkan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas pungutan aplikasi yang selama ini berada di kisaran 10 persen hingga 20 persen.
Dasco menjelaskan, penurunan pungutan itu ditargetkan turun menjadi 8 persen. Ia menegaskan bahwa penyesuaian skema komisi tersebut akan terus berjalan secara berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi dari aliansi serikat buruh di Kompleks Parlemen pada Jumat (1/5). Dalam pertemuan itu, perhatian utama tetap tertuju pada besaran biaya yang diambil aplikator dari pendapatan mitra.
Dari sisi manfaat bagi pengemudi, Ketua Komisi XI DPR sekaligus Ketua Umum SOKSI Mukhamad Misbakhun menilai kehadiran Danantara memberi jaminan perlindungan pendapatan bagi pekerja transportasi daring. Ia memandang keterlibatan negara lewat Danantara sebagai titik penting dalam perubahan skema tersebut.
Misbakhun juga menilai aksi korporasi itu ditujukan agar pengemudi mendapat porsi bagi hasil yang lebih besar. Menurut dia, jasa para mitra di lapangan layak dihargai lebih tinggi.
Ia menyebut porsi yang sebelumnya sekitar 80 persen akan naik menjadi 92 persen. Perubahan itu dipandang sebagai bentuk apresiasi konkret terhadap kerja para pengemudi ojek online.
Selain soal komisi, Misbakhun menilai Danantara memiliki ruang untuk berinvestasi di sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas. Dalam pandangannya, sektor semacam ini memberi nilai keekonomian bukan hanya bagi Danantara, tetapi juga bagi publik.
Perubahan kepemilikan saham di aplikator tersebut menandai upaya pemerintah menata ulang hubungan ekonomi antara perusahaan dan pengemudi. Dengan skema yang lebih rendah, pemerintah berharap manfaat dari industri transportasi daring tidak hanya mengalir ke perusahaan, tetapi juga ke para mitra yang berada di garis depan layanan.





