Dari Hsu Hao Hingga Moloch, 7 Petarung Mortal Kombat yang Kalah Tenar dan Mudah Dilupakan

Dalam jagat Mortal Kombat, tidak semua petarung mendapat tempat yang sama di ingatan pemain. Di antara nama-nama besar seperti Liu Kang, Scorpion, Sub-Zero, Sonya Blade, dan Kano, ada juga deretan karakter yang justru tenggelam karena dianggap aneh, terlalu mirip dengan tokoh lain, atau tidak cukup kuat meninggalkan kesan.

Kisah mereka menunjukkan bahwa popularitas di Mortal Kombat tidak hanya ditentukan oleh tampilan ganas atau status sebagai petarung penting. Beberapa karakter bahkan dikenal lebih karena reputasi buruk, desain yang sulit diterima, atau nasib singkat yang membuat mereka cepat terlupakan.

Karakter yang dibebani stigma

Hsu Hao menjadi salah satu nama yang paling sering disebut ketika membahas petarung Mortal Kombat yang dilupakan. Ia pertama kali hadir di Mortal Kombat: Deadly Alliance, lalu kembali di Mortal Kombat: Armageddon sebagai anggota Red Dragon dari Earthrealm.

Ia digambarkan sebagai rival Jax Briggs dan memiliki implan sibernetik di dadanya. Namun, Hsu Hao juga melekat dengan stigma sebagai salah satu karakter yang sangat dibenci, termasuk oleh Ed Boon selaku kreator Mortal Kombat.

Mokap punya nasib berbeda, tetapi tetap berujung pada kesan yang sulit dianggap serius. Karakter ini adalah Charles Golden, seorang aktor motion capture, dan muncul pertama kali sebagai karakter rahasia di Mortal Kombat: Deadly Alliance.

Mokap dibuat sebagai penghormatan kepada Carlos Pesina, aktor motion capture untuk Raiden di Mortal Kombat, Mortal Kombat II, dan Mortal Kombat Trilogy. Meski begitu, tubuhnya yang dipenuhi bola-bola putih membuatnya lebih sering dipandang sebagai joke character.

Nama yang sulit keluar dari bayang-bayang

Jarek juga masuk daftar petarung yang gagal menempel kuat di kepala pemain. Ia debut di Mortal Kombat 4, lalu muncul lagi di Mortal Kombat Gold dan Mortal Kombat: Special Forces sebagai anggota Black Dragon dan murid Kano.

Sejak awal, Jarek kerap dianggap terlalu mirip dengan Kano. Bahkan setelah Mortal Kombat: Armageddon memberinya set gerakan baru, popularitasnya tetap jauh tertinggal dari Kano dan antagonis lain yang lebih menonjol.

Di sisi lain, Taven sebenarnya diposisikan sebagai tokoh penting. Ia adalah demi-god, anak dari Argus dan Delia, sekaligus satu-satunya karakter yang bisa dimainkan di Mortal Kombat: Armageddon.

Perannya besar karena ia harus mencegah kiamat Armageddon. Namun, Taven tetap tidak cukup membekas dan bahkan disebut terakhir kali tewas dalam ending mode arcade Rain yang non-kanon di Mortal Kombat 11.

Desain ekstrem yang justru membuat sulit diingat

Meat adalah contoh karakter yang lebih diingat karena tampilannya yang ekstrem. Ia digambarkan sebagai manusia tanpa kulit yang memperlihatkan otot dan tulang di tubuhnya.

Karakter ini awalnya dirancang sebagai hidden character di Mortal Kombat 4, lalu tampil sebagai playable character di Mortal Kombat: Armageddon. Meat disebut sebagai hasil eksperimen gagal dari Flesh Pits milik Shang Tsung yang berhasil melarikan diri.

Meski punya latar seperti itu, desainnya yang aneh dan konyol membuat Meat lebih sering dipandang sebagai selingan. Ia tidak pernah benar-benar naik kelas menjadi petarung yang kuat di benak banyak pemain.

Drahmin membawa kesan gelap dengan cara yang berbeda. Ia adalah panglima dari Outworld yang tewas, diasingkan ke Netherrealm, lalu kehilangan kemanusiaannya hingga berubah menjadi Oni.

Ciri visualnya cukup menonjol lewat gada besi yang menempel di tangan kanan dan topeng hijau yang menyeramkan. Meski begitu, Drahmin tetap kalah populer dari Sub-Zero dan Kabal, sementara kehadiran monster lain seperti Goro dan Baraka membuatnya makin mudah tenggelam.

Monster yang cepat tersisih

Moloch melengkapi daftar petarung yang lebih sering diingat sebagai bagian dari era yang singkat. Ia debut di Mortal Kombat: Deadly Alliance sebagai sub-boss dan dikenal sebagai rekan Drahmin, dengan tubuh besar serta bola besi raksasa sebagai ciri utamanya.

Popularitas Moloch tidak bertahan lama setelah era 3D Mortal Kombat berakhir. Kepribadiannya yang lemah dan gaya bertarung yang kaku membuatnya sulit bersaing, bahkan sebelum nasib tragisnya diperlihatkan lewat pengkhianatan Quan Chi dan kemunculan kepalanya yang terpenggal di Mortal Kombat X.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version