Ada sejumlah game yang nyaris kehilangan kesempatan sejak hari peluncuran, tetapi kemudian justru menemukan bentuk terbaiknya setelah serangkaian pembaruan besar. Kisah seperti ini memperlihatkan bahwa sebuah game tidak selalu ditentukan oleh keadaan awalnya, karena respons developer terhadap kritik bisa mengubah arah reputasi secara drastis.
Beberapa judul besar bahkan sempat dipandang sebagai contoh peluncuran yang gagal. Meski begitu, perbaikan sistem, tambahan konten, dan revisi pada struktur permainan membuat banyak pemain memberi mereka kesempatan kedua.
Dari peluncuran berantakan ke versi yang lebih matang
Di antara contoh yang paling sering dibicarakan, Fallout 76 muncul sebagai game yang langsung menuai kekecewaan karena tidak hadir dengan NPC, alur cerita yang statis, dan integrasi multiplayer yang buruk. Bethesda kemudian merilis pembaruan Wastelanders yang memperbaiki mekanisme permainan sekaligus menambah NPC dan misi yang lebih menarik.
No Man’s Sky juga sempat berada di posisi yang sulit setelah kontroversi besar sebelum rilis. Hello Games terus merilis pembaruan sampai konten yang dijanjikan akhirnya benar-benar hadir, sementara elemen eksplorasi dan gameplay-nya ikut terasa lebih matang seiring waktu.
Saat kontroversi memaksa perubahan besar
Star Wars Battlefront 2 memicu reaksi keras karena sistem progression dibuat sulit agar pemain terdorong membeli microtransaction. Kontroversi itu meluas ke Reddit, dan komentar pengembangnya menjadi salah satu yang paling banyak mendapat downvote di situs tersebut.
EA kemudian menghapus monetisasi yang bermasalah dan memperbaiki sistem progression. Setelah perubahan itu, pengalaman bermain terasa lebih adil dan game ini mendapat kesempatan kedua dari pemain.
Final Fantasy XIV juga menempuh jalan yang sangat ekstrem karena peluncurannya dikritik keras. UI yang membingungkan, grinding berlebihan, dan fitur yang tidak jelas membuat game ini dianggap gagal, lalu Square Enix memakai kehancuran dunia oleh Bahamut sebagai dasar untuk meresetnya.
Versi baru bernama A Realm Reborn kemudian lahir dari proses itu. Dari sana, Final Fantasy XIV berubah menjadi game yang stabil dan disukai banyak pemain.
Ketika bug parah tidak menghentikan kebangkitan
Cyberpunk 2077 datang dengan kondisi yang sangat buruk dan membuat banyak pemain kecewa. Game ini dipenuhi bug, terutama di PS4 dan Xbox One yang nyaris tidak mampu menjalankannya tanpa crash, sampai Sony dan Microsoft menariknya dari toko online konsol mereka dan menawarkan refund.
CD Projekt Red lalu merilis berbagai perbaikan, patch, dan upgrade. Dukungan lanjutan itu membuat game ini perlahan pulih, terlebih setelah hadir Update 2.0 dan DLC Phantom Liberty.
Masalah teknis yang akhirnya terbayar
Alpha Protocol juga lahir dalam kondisi penuh masalah, sejalan dengan reputasi Obsidian Entertainment yang kerap merilis game dalam keadaan bug. Banyak pemain enggan mencobanya saat peluncuran, padahal game ini menawarkan sistem RPG yang unik.
Cerita bercabang menjadi salah satu kekuatan utamanya karena keputusan pemain bisa membawa jalur permainan ke arah berbeda. Meski mekanisme gameplay-nya sederhana, narasi yang dinamis dan mendalam membuat Alpha Protocol tetap punya tempat tersendiri di mata penggemar RPG mata-mata.
Fallout: New Vegas menutup daftar ini dengan pola yang serupa. Game itu sempat dipenuhi bug saat rilis, tetapi patch buatan komunitas membantu memperbaikinya, sehingga lebih banyak pemain bisa merasakan petualangan The Courier yang sangat dipengaruhi pilihan selama permainan.
Source: www.idntimes.com