Di Istanbul, sembilan warga negara Indonesia yang sempat ditahan militer Israel akhirnya tiba bersama ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Kedatangan mereka langsung menandai pergeseran dari situasi penahanan di laut lepas menuju penanganan medis dan proses hukum yang kini disiapkan Turkiye.
Suasana di Bandara Istanbul berlangsung emosional saat tiga pesawat Turkish Airlines mendarat membawa para relawan internasional. Keluarga, pejabat tinggi, dan tim penyambutan terlihat hadir di ruang VIP bandara untuk menyambut rombongan yang baru saja dievakuasi itu.
Penanganan medis dan langkah hukum disiapkan
Otoritas Turkiye menempatkan ambulans dalam kondisi siaga untuk menangani peserta flotila yang mengalami luka fisik. Setelah tiba, para aktivis dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh di Institut Kedokteran Forensik Istanbul.
Pemeriksaan itu diposisikan sebagai langkah penting untuk mengumpulkan bukti atas dugaan kekerasan fisik selama penahanan. Pemerintah Turkiye juga menyatakan akan memproses insiden ini melalui jalur hukum, termasuk penyelidikan formal yang akan dimulai oleh jaksa penuntut umum Istanbul.
Armada bantuan disita di perairan internasional
Penyambutan di Istanbul datang setelah armada bantuan yang mereka bawa disita secara paksa oleh militer Israel. Pihak flotila menyebut seluruh 50 kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla diambil alih di perairan internasional.
Kapal-kapal itu membawa bantuan kemanusiaan untuk menembus blokade Gaza. Isi bantuan tersebut mencakup bahan makanan pokok dan obat-obatan yang kemudian terhenti setelah penyitaan dilakukan.
Misi dari Turkiye dengan dukungan lintas negara
Global Sumud Flotilla sebelumnya berangkat dari pelabuhan Marmaris, Turkiye, dengan 428 delegasi dari 44 negara. Konvoi itu dibentuk sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang semakin berat di Jalur Gaza.
Wilayah pesisir tersebut telah berada di bawah isolasi ketat militer Israel sejak 2007. Dalam kondisi pengepungan yang berlangsung hampir dua dekade, jutaan warga Palestina disebut berada di ambang bencana kelaparan.
Sorotan yang kini mengarah ke pemulihan
Kembalinya sembilan WNI bersama rombongan aktivis global membuat perhatian terhadap misi kemanusiaan itu semakin besar. Fase penanganan kini bergeser ke pemeriksaan medis, pendataan forensik, dan langkah hukum yang telah disiapkan Turkiye.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menyebut pihaknya menyiapkan penerbangan khusus untuk memulangkan warga Turkiye serta peserta dari negara lain ke Turkiye. Dengan proses itu, para aktivis yang sempat ditahan mulai memasuki tahap pemulihan setelah insiden di laut lepas.
Source: www.suara.com