Valve kini memberi pengembang game akses yang lebih rinci untuk membaca bagaimana judul mereka berjalan di Steam Deck. Melalui alat Steamworks versi beta, studio bisa melihat grafik rata-rata framerate dari pengguna Steam Deck selama 30 hari terakhir, ditambah hasil survei dari pemain yang sudah mencoba game tersebut.
Pembaruan ini membuat status Steam Deck Verified tidak lagi sekadar label di etalase Steam bagi pengembang. Dengan data yang lebih konkret, studio dapat menilai apakah performa game mereka benar-benar stabil di handheld buatan Valve, bukan hanya menebak dari hasil pengujian internal.
Data yang kini bisa dibaca pengembang
Grafik average framerate menjadi salah satu informasi utama yang disediakan Valve. Data ini menunjukkan performa rata-rata sebuah game di Steam Deck dalam rentang 30 hari, sehingga pengembang mendapat gambaran yang lebih nyata tentang kondisi permainan di tangan pengguna.
Valve juga menambahkan masukan survei dari pemain sebagai pelengkap. Informasi ini membantu studio memahami apakah pengalaman bermain di lapangan benar-benar sejalan dengan status kompatibilitas yang tertera pada game mereka.
Kedua data tersebut memakai sistem opt-in. Artinya, informasi tidak dikumpulkan secara diam-diam, dan pengguna harus ikut serta agar datanya dapat dipakai Valve.
Survei baru itu juga tidak muncul begitu saja. Valve menyebut pertanyaan tersebut baru akan tampil setelah pengguna memainkan game setidaknya 10 menit.
Cara Valve menilai kompatibilitas game
Bagi banyak pemain, label Steam Deck Verified selama ini menjadi patokan cepat sebelum membeli atau mengunduh game. Valve membagi kompatibilitas ke dalam empat kategori, yaitu Verified, Playable, Unsupported, dan Unknown.
Verified menandakan game sudah melewati seluruh pemeriksaan kompatibilitas. Playable berarti game tetap bisa dijalankan, tetapi masih memiliki beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Unsupported umumnya berkaitan dengan kendala teknis, termasuk anti-cheat di Linux. Sementara itu, Unknown dipakai untuk game yang belum diproses oleh Valve.
Skema ini membantu calon pembeli memahami apakah sebuah game cocok dimainkan di Steam Deck. Karena itu, status kompatibilitas kini menjadi salah satu informasi penting di halaman toko Steam.
Empat aspek pemeriksaan yang dipakai Valve
Penilaian Valve tidak hanya bertumpu pada satu jenis pengujian. Perusahaan memakai empat aspek utama untuk menentukan status kompatibilitas sebuah game di Steam Deck.
Aspek controller input menilai dukungan kontrol, ikon yang sesuai, serta otomatisasi keyboard di layar. Display berfokus pada resolusi default dan keterbacaan teks agar tampilan tetap nyaman dibaca di layar handheld.
Seamlessness menilai apakah ada peringatan kompatibilitas serta seberapa lancar navigasi saat memakai kontroler. Sementara itu, system support melihat dukungan Proton dan anti-cheat sebagai bagian dari pemeriksaan teknis.
Dengan kombinasi itu, Valve berusaha memastikan penilaian kompatibilitas tidak hanya terlihat bagus di label, tetapi juga sesuai dengan pengalaman bermain sebenarnya.
Mengapa pengembang membutuhkan data ini
Label Verified memang berguna untuk pengguna, tetapi tidak selalu menjelaskan apa yang terjadi di balik layar. Di sinilah grafik framerate dan survei pengguna menjadi penting bagi pengembang karena memberi gambaran yang lebih terukur.
Data baru ini membantu studio melihat apakah perubahan teknis yang mereka lakukan benar-benar berdampak pada performa. Valve bahkan disebut berencana menambahkan data variance untuk setiap tanggal dalam periode 30 hari tersebut.
Perusahaan juga ingin membawa chart kompatibilitas baru ini ke game berstatus Playable, bukan hanya yang sudah Verified. Dengan begitu, pengembang bisa membaca apakah performa game stabil atau justru naik turun dari waktu ke waktu.
Bagi studio, informasi seperti ini berguna untuk menentukan prioritas optimasi tanpa harus bergantung pada asumsi. Data yang lebih jelas membuat perbaikan teknis bisa diarahkan ke area yang memang paling memengaruhi pengalaman pemain.
Masih terbuka untuk pengembang, belum untuk publik
Untuk saat ini, grafik tersebut masih ditujukan bagi pengembang. Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah Valve akan membuka data serupa kepada publik agar calon pembeli bisa menilai performa game dengan lebih rinci.
Jika hal itu terjadi, pengguna akan mendapat gambaran yang lebih konkret daripada sekadar label kompatibilitas. Meski begitu, Valve tampaknya masih ingin memperluas dan memperkuat basis datanya terlebih dahulu sebelum mengambil langkah seperti itu.
Steam Deck Verified selama ini menjadi salah satu elemen yang membuat handheld Valve tetap menonjol di pasar game portabel. Dengan alat analisis baru ini, Valve memberi pengembang cara yang lebih terukur untuk memahami performa game sekaligus mengurangi ketidakpastian dalam proses optimasi.





