Debu Bulan Disulap Jadi Komponen Bangunan, Laser Tanpa Sentuhan Jadi Harapan Baru Basis Bulan

Bahan bangunan untuk membangun pangkalan di Bulan tidak selalu harus dikirim dari Bumi. Di University of Florida, sebuah teknologi baru sedang diuji untuk mengolah debu dan batuan Bulan langsung menjadi material yang dapat dibentuk, sehingga kebutuhan membawa muatan berat dari Bumi bisa berkurang drastis.

Pendekatan itu memanfaatkan sinar laser terfokus untuk membentuk material tanpa sentuhan langsung. Karena prosesnya tidak bergantung pada mesin press, cetakan, atau alat berat, teknik ini dinilai lebih cocok untuk manufaktur di ruang angkasa yang ruang simpan dan kapasitas angkutnya sangat terbatas.

Teknik ini disebut sebagai bentuk “laser origami” karena material dibentuk melalui tegangan internal yang dikendalikan panas laser. Saat bagian tertentu dipanaskan secara sangat terfokus, material melengkung mengikuti bentuk yang diinginkan tanpa perlu ditekan secara fisik.

Dalam konteks misi luar angkasa, cara kerja seperti ini punya nilai besar. Setiap kilogram yang diluncurkan dari Bumi membawa biaya besar, sehingga pendekatan yang lebih ringkas menjadi sangat menarik untuk produksi komponen di lokasi misi.

Fokus risetnya ada pada lunar regolith, yakni debu dan batuan lepas yang menutupi permukaan Bulan. Material ini dipandang sebagai sumber daya penting karena membawa bahan konstruksi dari Bumi untuk pembangunan basis Bulan akan sangat mahal.

Untuk menguji konsep tersebut, salah satu kolaborator tim membuat kaca dari lunar soil simulant yang meniru sifat debu Bulan asli. Setelah itu, tim menerapkan proses laser forming dan berhasil membengkokkan kaca lunar itu ke bentuk baru.

Hasil percobaan itu menunjukkan material yang berasal dari sumber daya Bulan berpotensi diproses langsung di sana. Dengan begitu, habitat, komponen infrastruktur, struktur pelindung, dan alat khusus dapat dibuat dari bahan lokal.

Victoria M. Miller, associate professor di Department of Materials Science and Engineering University of Florida sekaligus peneliti di Astraeus Space Institute, memimpin riset ini. Temuan terbaru timnya telah dipublikasikan di jurnal Lasers in Manufacturing and Materials Processing.

Tim juga menyoroti tantangan lain yang perlu dipahami, yaitu bagaimana laser forming bekerja di bawah kondisi atmosfer yang berbeda. Hal ini penting karena manufaktur di Bulan akan berlangsung hampir dalam vakum total, sementara misi masa depan dapat menghadapi lingkungan yang sangat berbeda dari kondisi di Bumi.

Miller menyebut salah satu aspek paling menjanjikan dari teknologi ini adalah fleksibilitasnya. Ia mengatakan timnya bisa membengkokkan hampir apa saja, dan sejauh ini belum ada material yang tidak bisa mereka bengkokkan, termasuk kaca.

Walau masih berada di tahap riset, arah pengembangannya sejalan dengan tujuan besar banyak badan antariksa. Astronot di masa depan diharapkan mampu memproduksi apa yang mereka butuhkan saat dibutuhkan, dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia di lokasi tujuan.

Jika pengembangan ini berhasil, penjelajah Bulan tidak perlu membawa setiap suku cadang dari Bumi. Mereka bisa membuat komponen baru sesuai kebutuhan dengan laser, material lokal, dan rekayasa yang tepat.

Exit mobile version