Di Balik Gaji Rp13 Miliar, Seleksi Anthropic Menguji Etika Dan Nalar Kandidat

Di tengah persaingan perekrutan talenta AI yang semakin panas, Anthropic justru menonjol karena cara menyeleksi kandidatnya yang tidak biasa. Perusahaan ini tidak hanya mencari orang yang kuat secara teknis, tetapi juga mereka yang mampu menunjukkan cara berpikir, pandangan etika, dan keberanian untuk tidak selalu sejalan dengan perusahaan.

Daya tarik itu membuat proses masuk ke Anthropic ikut jadi bahan pembicaraan. Selain melewati beberapa tahap wawancara, kandidat juga dihadapkan pada kompensasi yang disebut sangat tinggi, dengan sejumlah posisi menawarkan paket di atas $250,000 dan peran senior tertentu mencapai $850,000.

Wawancara yang menekan sisi reflektif

Salah satu tahap yang paling mencuri perhatian adalah wawancara budaya. Bloomberg melaporkan bahwa sesi ini kerap terasa jauh berbeda dari wawancara kerja pada umumnya karena pertanyaannya tidak berputar di seputar pengalaman teknis semata.

Pewawancara bisa menguji kandidat lewat dilema etika di tempat kerja, situasi profesional yang membuat mereka tidak nyaman, hingga pandangan soal risiko dan keselamatan AI. Ada pula pertanyaan tentang opini kontroversial yang pernah dipertahankan kandidat dan apakah mereka pernah menentang keputusan yang dianggap keliru.

Sejumlah kandidat bahkan menggambarkan proses itu seperti sesi terapi. Gambaran tersebut sejalan dengan pendekatan Anthropic yang sejak awal menempatkan pengembangan AI yang bertanggung jawab sebagai prioritas.

Daniela Amodei sebelumnya menjelaskan bahwa perusahaan tidak mencari sistem keyakinan tertentu. Yang dicari adalah orang yang mampu mempertahankan gagasan yang benar-benar diyakini secara hormat, termasuk ketika gagasan itu tidak populer.

Larangan alat AI dan seleksi yang berlapis

Sebelum sampai ke wawancara dengan manajer perekrutan atau tim lain, pelamar disebut harus menandatangani NDA. Anthropic juga umumnya tidak mengizinkan penggunaan alat AI selama wawancara, kecuali jika secara eksplisit diperbolehkan.

Kebijakan itu menunjukkan bahwa perusahaan ingin menilai kemampuan berpikir kandidat secara langsung. Dengan begitu, Anthropic tampak ingin melihat penalaran asli pelamar, bukan bantuan dari model AI.

Bloomberg melaporkan bahwa proses seleksi bisa berlangsung hingga lima putaran wawancara dan penilaian. Tahapan yang panjang ini ikut memperkuat citra Anthropic sebagai perusahaan yang sangat selektif dalam membangun timnya.

Bukan hanya insinyur yang diburu

Minat terhadap Anthropic ternyata datang dari latar belakang yang luas. Selain software engineer, perusahaan ini juga menarik pelamar dari bidang hukum, keuangan, rekrutmen, periklanan, operasional, hingga sumber daya manusia.

Chief Commercial Officer Paul Smith disebut mencari talenta yang sangat nontradisional. Fokusnya bukan sekadar resume yang elite, melainkan orang yang mampu memahami pelanggan secara mendalam dan membantu perusahaan lain menerapkan AI dalam operasi mereka.

Hal itu sejalan dengan misi di halaman karier Anthropic, yang ingin merekrut orang-orang yang selaras dengan tujuan lebih besar untuk membimbing umat manusia melalui revolusi teknologi dengan cara yang aman. Karena itu, independensi intelektual dan skeptisisme justru dipandang sebagai nilai tambah.

Kevin Landucci, career coach yang dikutip Bloomberg, mengatakan kandidat sering diharapkan menunjukkan ketidaknyamanan yang dipikirkan dengan matang terhadap situasi yang meragukan secara etis. Pandangan yang kritis tidak otomatis dianggap sebagai hambatan, melainkan bagian dari kualitas yang dicari.

Gaji dan fasilitas jadi magnet besar

Selain proses seleksi yang unik, kompensasi yang ditawarkan Anthropic juga ikut membuat banyak pelamar tertarik. Banyak lowongan disebut menawarkan paket gaji di atas $250,000, sementara beberapa posisi teknis dan manajerial bahkan jauh lebih tinggi.

Sejumlah contoh rentang gaji yang tercantum di laman karier Anthropic memperlihatkan angka yang besar. Research Engineer, Performance RL berada di kisaran $350,000 hingga $850,000, sedangkan Analytics Data Engineer ada di $275,000 hingga $370,000.

Untuk Software Engineer, Safeguards, rentangnya disebut $320,000 hingga $485,000. Engineering Manager, Cloud Inference AWS tercatat di $405,000 hingga $485,000, Staff+ Software Engineer, Privacy di $405,000 hingga $625,000, dan Technical Program Manager, Data Center Infrastructure di kisaran $365,000 hingga $435,000.

Besaran itu bergantung pada peran, pengalaman, dan lokasi. Di luar gaji, karyawan juga menerima equity grants yang nilainya bisa bertambah jika valuasi perusahaan terus naik.

Pertumbuhan cepat dan persaingan perekrutan

Skala Anthropic juga terus membesar. Berdasarkan data tenaga kerja publik yang dikutip Bloomberg, perusahaan ini kini memiliki lebih dari 3,000 karyawan secara global, dengan sekitar 1,000 orang bergabung hanya dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan minat bahkan terasa sampai ke para perekrutnya. Seorang recruiter Anthropic di London dilaporkan menerima lebih dari 1,000 permintaan koneksi di LinkedIn dan ratusan pesan tak lama setelah mengumumkan peran barunya di perusahaan itu.

Bloomberg juga menyebut Anthropic sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana $30 billion pada valuasi lebih dari $900 billion. Pendapatan tahunannya diproyeksikan segera menembus $50 billion, naik tajam dari sekitar $9 billion pada tahun lalu.

Di tengah situasi itu, persaingan merebut talenta terbaik makin ketat. Bloomberg menyoroti mantan CTO Workday, Peter Bailis, yang bergabung ke Anthropic dengan titel member of technical staff, serta sejumlah peneliti dan insinyur AI ternama yang datang dari OpenAI dan Google DeepMind.

Firma modal ventura SignalFire, seperti dikutip Bloomberg, menyebut Anthropic punya salah satu tingkat retensi karyawan tertinggi di antara perusahaan AI besar. Kondisi ini memperkuat posisi Anthropic sebagai salah satu tujuan paling diincar di industri AI saat ini.

Dorongan untuk masuk ke perusahaan ini bahkan membuat sebagian kandidat menyiapkan diri secara khusus sejak awal. Pendiri Interviewing.io, Aline Lerner, mengatakan ada pelamar yang membayar sesi simulasi wawancara dan persiapan intensif sebelum mencoba masuk ke Anthropic atau OpenAI.

Latar belakang pendirian perusahaan ikut menjelaskan mengapa seleksinya dibuat sedetail itu. Anthropic didirikan oleh Dario Amodei dan Daniela Amodei setelah meninggalkan OpenAI karena kekhawatiran terkait keselamatan AI, dan sikap itu tampak membentuk cara perusahaan menilai calon karyawannya.

Source: www.indiatoday.in

Baca Juga

Back to top button