Di Balik Lonjakan Belanja, Telkomsel Soroti Rapuhnya Data dan Operasional Retail

Lonjakan belanja di retail dan e-commerce membuat banyak pelaku usaha dituntut bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan lebih presisi dalam membaca perilaku pelanggan. Di titik inilah Telkomsel menempatkan data sebagai alat utama, karena konektivitas saja dinilai tidak lagi cukup untuk menjaga performa bisnis di tengah pasar yang makin kompetitif.

Dorongan itu mengemuka dalam forum lintas sektor yang digelar Telkomsel Enterprise melalui FGD bertajuk “Reinventing Growth in Retail, Consumer Product Goods (CPG), and E-Commerce Industries for Sustainable Impact”. Forum tersebut mempertemukan pelaku bisnis dan pengambil keputusan untuk membahas tantangan operasional sekaligus peluang pertumbuhan di industri yang bergerak semakin cepat.

Tekanan dari pertumbuhan penjualan

Data yang dibahas dalam forum menunjukkan penjualan retail nasional tumbuh 6,5 persen secara tahunan pada Februari 2026. Angka itu naik dari 5,7 persen pada bulan sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.

Kenaikan tersebut didorong konsumsi masyarakat selama Ramadan dan musim perayaan. Namun, pertumbuhan ini juga membawa konsekuensi baru karena rantai distribusi harus tetap efisien dan layanan pelanggan tidak boleh terganggu.

Menurut VP Corporate Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel, Mia Melinda, laju pertumbuhan retail yang agresif menuntut teknologi digital yang lebih adaptif dan terintegrasi. Ia menekankan perlunya solusi end-to-end agar efisiensi meningkat dan keputusan bisa diambil lebih cepat berbasis data.

Visibilitas operasional jadi sorotan

Salah satu masalah yang dibahas adalah kebutuhan melihat operasi secara menyeluruh, mulai dari distribusi hingga aktivitas di toko. Banyak perusahaan retail dan produk konsumsi masih berhadapan dengan inefisiensi logistik, potensi kebocoran margin, dan gangguan sistem yang langsung terasa oleh pelanggan.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Telkomsel Enterprise menawarkan IoT Fleet Management, Video Analytics, Direct Peering, dan Managed Connectivity berbasis SD-WAN. Rangkaian solusi tersebut dirancang untuk membantu pemantauan operasional secara real-time, menjaga stabilitas sistem, dan mendorong efisiensi proses bisnis.

Pendekatan ini dinilai penting karena industri retail dan e-commerce bergerak dalam kondisi yang terus berubah. Perusahaan tidak hanya perlu menjaga kelancaran operasional, tetapi juga harus memastikan keputusan bisnis bisa dibuat tanpa jeda panjang.

Data pelanggan yang terpisah masih jadi hambatan

Di sisi lain, fragmentasi data pelanggan ikut menjadi tantangan besar. Banyak pelaku industri masih menyimpan data di sumber yang berbeda-beda sehingga perilaku konsumen sulit dianalisis secara utuh.

Telkomsel Enterprise mendorong integrasi data lintas sumber secara aman melalui SiteSense dan MSIGHT, dengan tetap mengutamakan privasi pengguna. Pendekatan customer intelligence dan location intelligence ini memberi perusahaan wawasan yang lebih dalam untuk mendukung keputusan strategis.

Wawasan tersebut dapat dipakai untuk menentukan lokasi toko baru, menyusun strategi pemasaran, dan mengoptimalkan ekspansi bisnis di wilayah yang punya potensi tumbuh. Di tengah persaingan retail dan e-commerce yang ketat, kecepatan membaca data menjadi pembeda yang semakin penting.

Pemasaran harus lebih relevan dengan perilaku konsumen

Telkomsel Enterprise juga menyoroti perlunya pemasaran yang lebih personal dan tepat sasaran dalam era omnichannel. Untuk itu, perusahaan menawarkan Rich Business Messaging dan Digital Advertising sebagai cara berkomunikasi yang lebih relevan kepada konsumen.

Dengan segmentasi berbasis data, brand dapat menyesuaikan konten pemasaran sesuai karakteristik audiens. Strategi ini diarahkan agar kampanye lebih efektif dan engagement pelanggan makin kuat.

Forum itu juga menyoroti lonjakan trafik digital pada periode kampanye besar seperti promo double date dan musim belanja pasca-Lebaran. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perusahaan membutuhkan infrastruktur digital yang scalable dan cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

Mia Melinda menilai kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi digital yang relevan dan berkelanjutan bagi industri retail dan e-commerce di Indonesia. Ia juga melihat forum seperti FGD ini penting sebagai ruang untuk mendengar langsung kebutuhan industri dan merancang solusi bersama yang sesuai dengan tantangan di lapangan.

Source: id.mashable.com

Baca Juga

Back to top button