Di Balik Runtuhnya Terra, Komunitas Kecil Ini Masih Menjaga LUNC Tetap Hidup

Di saat banyak proyek kripto lenyap setelah kehancuran Terra, Terra Luna Classic justru masih memiliki kelompok kecil yang terus menjaganya tetap berjalan. Mereka bukan tokoh besar di balik perusahaan, melainkan anggota komunitas yang masih menghabiskan waktu, uang, dan tenaga untuk mempertahankan jaringan yang sudah lama ditinggalkan pendirinya.

Salah satu nama yang paling sering muncul di tengah upaya itu adalah Pedro, atau yang lebih dikenal sebagai Vegas. Setiap pagi ia bekerja sebagai kepala brewer di sebuah beerhouse, lalu berganti peran menjadi penjaga jaringan yang memantau validator Luna Classic, ruang obrolan pengembang, email soal potensi exploit, hingga kanal Telegram dan Discord.

Ketahanan komunitas ini lahir dari masa paling gelap Terra saat harga LUNA jatuh bebas dan UST kehilangan patokannya. Do Kwon sempat muncul dengan seruan “steady lads” di media sosial, tetapi momen itu justru menandai awal fase paling sulit bagi para pendukung yang masih bertahan.

Dari reruntuhan itu, Terra Luna Classic muncul lewat hard fork setelah Terraform Labs mencoba menyelamatkan ekosistem yang kolaps pada 2022. Rantai asli tetap dibiarkan hidup dengan nama baru, sementara UST yang sudah gagal menjaga patokannya ikut ditinggalkan bersama proyek lama yang kini bertahan berkat komunitas.

Vegas termasuk di barisan depan sejak upaya penyelamatan jaringan dimulai. Ia mengaku sekitar $50.000 miliknya ikut terjebak di Terra saat kejatuhan terjadi, dan sejak itu hampir setiap hari menjadi penghubung bagi anggota komunitas yang butuh bantuan maupun pengembang yang memerlukan dukungan proposal.

Upaya awal yang memicu harapan sekaligus perdebatan

Salah satu langkah paling awal untuk membangun ulang jaringan datang lewat proposal 3568. Proposal itu memperkenalkan pajak burn 1,2% untuk semua transaksi Terra Luna Classic atau LUNC, dengan harapan bisa mendorong permintaan dan mengangkat harga token.

Vegas menjadi penyusun proposal tersebut, tetapi langkah itu juga langsung memunculkan kritik. Sebagian pihak menilai kebijakan itu lebih mirip manuver pemasaran daripada solusi teknis yang benar-benar kuat.

Di masa yang sama, Terra Rebels menjadi kelompok awal yang mendorong pemulihan. Mereka berkumpul di Discord setelah para kreator meninggalkan rantai asli, dan kanal itu sempat berkembang menjadi ruang dukungan bagi banyak orang yang terdampak secara emosional.

Moderator pseudonim K_raucks bahkan membantu menyediakan semacam jalur bantuan untuk anggota yang berada dalam kondisi mental berat. Dari sana terlihat bahwa kejatuhan Terra bukan hanya persoalan aset yang anjlok, tetapi juga meninggalkan beban psikologis yang dibawa komunitas sampai sekarang.

Konflik internal yang membuat banyak pengembang pergi

Saat Terra Luna Classic mulai dibangun lagi, masalah lain muncul dari dalam komunitas sendiri. Vegas menyebut suasana sering berubah menjadi perebutan posisi, dan menurut dia siapa pun yang dianggap menghasilkan uang atau mengambil untung dari chain akan segera menghadapi tekanan besar dari pihak lain.

Ketegangan itu memuncak pada Desember ketika Terra Rebels menerima $150.000 dari community pool. Dana itu dipakai untuk memisahkan infrastruktur Rebel Station wallet dari Terraform Labs, namun keputusan tersebut memicu kemarahan komunitas dan tuduhan bahwa mereka ingin memusatkan kekuasaan di jaringan.

Perselisihan itu berujung pada bubarnya Terra Rebels. Setelah itu, tensi di komunitas LUNC makin memanas, sementara banyak pengembang disebut memilih pergi karena politik internal yang kian kacau.

Meski begitu, pembangunan tidak benar-benar berhenti. Di tengah konflik, muncul proyek seperti Juris Protocol yang ingin menjadi alternatif Anchor protocol tanpa “ponzinomics,” menurut pendirinya Puya Eghtessadi.

Selain itu, ada juga proyek meme coin, game kripto, dan rencana untuk memulihkan kembali patokan stablecoin di jaringan tersebut. Semua itu belum mengembalikan kejayaan lama, tetapi tetap menunjukkan bahwa masih ada pihak yang terus bekerja di atas jaringan yang sama.

Jaringan yang masih hidup di tengah warisan runtuhnya Terra

Kisah Terra Luna Classic tidak bisa dilepaskan dari nasib Do Kwon. Ia kemudian dinyatakan bersalah atas penipuan dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas runtuhnya Terra senilai $40 miliar, namun jaringan yang ia dan perusahaannya ciptakan tetap berjalan karena sifatnya yang terdesentralisasi.

Bagi komunitas yang masih bertahan, desentralisasi itulah yang membuat jaringan belum benar-benar mati. Vegas menilai jaringan itu masih punya potensi besar untuk kembali menjadi salah satu dari 10 blockchain teratas, meski perjuangan untuk mencapainya terasa seperti pekerjaan tanpa henti.

Ia menggambarkan perannya sebagai aktivitas 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Di tengah hiruk-pikuk media sosial dan konflik internal, ia tetap menjadi salah satu penghubung yang menjaga agar percakapan, proposal, dan dukungan teknis di Terra Luna Classic tidak putus.

Secara harga, LUNC memang belum kembali ke masa kejayaannya. Token itu tercatat naik 17,3% dalam setahun terakhir menurut data CoinGecko, tetapi masih turun 28,7% sejak proposal 3568 pertama kali diajukan pada 2022, dan nilainya tetap merosot 99,99% dari rekor tertinggi $119.

Bagi sebagian anggota komunitas, yang dipertahankan sekarang bukan lagi sekadar angka di pasar. K_raucks menyebut ada rasa kebersamaan yang lahir dari pengalaman traumatis bersama, sementara Vegas masih melihat peluang untuk membawa LUNC naik lagi ke jajaran atas kripto.

Exit mobile version