Di Balik Tubuhnya Yang Tampak Gelap, Burung Ini Menyimpan Kilau Hijau Dan Ungu Yang Mencolok

Kilau amethyst sunbird sering mengecoh mata. Dari kejauhan, burung kecil Afrika ini tampak hitam mengilap, tetapi cahaya yang tepat akan menampakkan lapisan warna hijau dan ungu yang jauh lebih mencolok.

Perubahan tampilan itu membuat spesies ini mudah dikenali sekaligus menarik perhatian di alam liar. Di wilayah yang masih kaya tanaman berbunga, kehadirannya kerap menjadi petunjuk bahwa lingkungan tersebut masih menyediakan nektar dan ruang hijau yang memadai.

Warna yang berubah sesuai cahaya

Jantan dewasa menjadi individu yang paling mencolok. Tubuhnya hitam mengilap, dengan dahi berwarna hijau metalik serta ungu pada tenggorokan, bahu, dan tunggir.

Betina tampil jauh lebih samar. Bagian atas tubuhnya cokelat, disertai alis pucat dan bagian bawah tubuh yang lebih terang dengan garis-garis halus, sehingga perbedaan dengan jantan tampak jelas saat diamati di alam.

Dalam pencahayaan minim, keduanya dapat terlihat lebih gelap dari warna aslinya. Itulah sebabnya kilau hijau-ungu pada burung ini sering baru terlihat ketika sinar menyentuh bulunya pada sudut yang tepat.

Hidup dekat bunga dan mengikuti musim mekar

Amethyst sunbird atau Chalcomitra amethystina berasal dari kawasan Afrotropis. Sebarannya berada di selatan khatulistiwa Afrika, dari Afrika Timur hingga Afrika bagian selatan.

Negara yang termasuk dalam sebarannya antara lain Kenya, Tanzania, Zambia, Zimbabwe, Mozambik, Botswana, Namibia, Eswatini, dan Afrika Selatan. Burung ini umumnya memilih habitat yang lembap dan penuh tanaman berbunga.

Lingkungannya bisa berupa pinggir hutan, sabana lembap, semak-semak lembah, hutan pantai, hingga taman yang banyak pepohonan. Amethyst sunbird juga berpindah tempat secara musiman untuk mengikuti bunga yang sedang mekar.

Nektar jadi utama, serangga tetap penting

Makanan utama burung ini adalah nektar. Namun, ia tidak hanya bergantung pada sumber itu karena tetap membutuhkan protein dari hewan kecil.

Amethyst sunbird juga memakan serangga kecil, laba-laba, dan rayap terbang. Asupan tambahan ini penting untuk energi, pertumbuhan, dan masa berkembang biak.

Dalam keseharian, burung ini biasanya terlihat sendiri atau berpasangan. Meski begitu, beberapa individu dapat berkumpul di satu pohon yang kaya nektar dan menjadi agresif terhadap burung madu lain saat mempertahankan sumber makanan.

Sarang gantung yang dirajut betina

Urusan sarang terutama dikerjakan oleh betina. Sarang amethyst sunbird berbentuk kantong gantung yang dibuat dari batang rumput halus, serat tumbuhan, dan jaring laba-laba.

Bagian luarnya sering ditutupi lumut kerak atau serpihan lain agar menyatu dengan lingkungan. Sarang biasanya ditempatkan di dahan yang menggantung, di bawah kanopi, atau dekat area yang sering dilewati manusia.

Betina umumnya menghasilkan dua butir telur berbintik. Namun, sarang mereka juga rentan menjadi sasaran parasitisme dari green-backed honeybird dan Klaas’s cuckoo.

Status aman, tetapi habitat tetap perlu dijaga

Secara global, amethyst sunbird berstatus Least Concern atau berisiko rendah. Status itu menunjukkan bahwa spesies ini belum berada dalam ancaman kepunahan tinggi di tingkat global.

Meski begitu, tekanan lokal tetap ada, terutama akibat kerusakan dan fragmentasi habitat. Tekanan tersebut terasa di kawasan hutan miombo yang menjadi salah satu ruang hidup penting bagi burung ini.

Taman dan kebun berbunga di kawasan pemukiman ikut membantu burung ini bertahan di lingkungan yang berubah. Selama bunga, pohon, dan ruang hijau masih tersedia, amethyst sunbird masih memiliki tempat untuk hidup.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button