Di kelas harga Rp 8 jutaan, Xiaomi 17T langsung menonjol bukan karena tampil sederhana, melainkan karena membawa kamera telefoto periskop 50 MP. Fitur yang biasanya identik dengan ponsel kelas atas itu membuat perangkat ini terasa naik kelas sejak awal.
Menariknya, Xiaomi tidak hanya mengandalkan kamera untuk menarik perhatian. Ponsel ini juga membawa layar OLED 120 Hz yang terang, chipset MediaTek Dimensity 8500, serta baterai 6.500 mAh yang dipadukan dengan pengisian cepat 67 watt.
Kamera jadi kartu utama
Sektor kamera belakang menjadi bagian yang paling mudah disorot dari Xiaomi 17T. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 MP dengan sensor 1/1,55 inci, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto periskop 50 MP.
Lensa periskop tersebut mendukung optical zoom 5x atau setara fokus 115 mm. Xiaomi menyebut kemampuan zoom ini meningkat dibanding generasi sebelumnya yang hanya 2x, lalu diperluas lagi lewat in-sensor zoom hingga 10x.
Untuk pemotretan jarak jauh, ada pula AI Ultra Zoom hingga 120x. Xiaomi juga menambahkan fitur telemakro yang memungkinkan foto dari jarak sedekat 30 cm, sementara seluruh sistem kamera memakai desain optik Leica UltraPure.
Di bagian depan, Xiaomi 17T memakai kamera 32 MP untuk swafoto dan panggilan video. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut tetap relevan untuk kebutuhan harian, bukan hanya unggul di zoom dan foto portrait.
Harga dan pilihan yang ditawarkan
Xiaomi 17T mulai dijual di Indonesia pada 6 Juni 2026 melalui sejumlah mitra marketplace resmi. Ponsel ini hadir dalam dua varian memori dengan selisih harga Rp 1 juta.
Varian 12/256 GB dipasarkan Rp 8.999.000. Sementara itu, varian 12/512 GB dijual Rp 9.999.000.
Pilihan warnanya terdiri dari Black, Deep Blue, dan Deep Violet. Dengan banderol tersebut, Xiaomi 17T diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau dibanding Xiaomi 17 reguler, tetapi tetap membawa banyak fitur yang terasa premium.
Layar terang dan performa kencang
Di sisi depan, Xiaomi 17T memakai panel OLED 6,59 inci dengan refresh rate 120 Hz. Layarnya memiliki resolusi 1.268 piksel dan tingkat kecerahan puncak 3.500 nit.
Kecerahan setinggi itu membuat layar lebih nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung. Xiaomi juga melindungi panelnya dengan Gorilla Glass 7i dan menambahkan fitur Xiaomi Vision Care untuk kenyamanan mata.
Untuk dapur pacu, Xiaomi 17T ditenagai MediaTek Dimensity 8500. Chipset itu dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512 GB.
Kombinasi tersebut menempatkan perangkat ini di kelas performa tinggi. Dukungan memori cepat juga membantu multitasking, pengolahan foto, dan penyimpanan file berukuran besar.
Baterai besar untuk pemakaian panjang
Xiaomi membekali 17T dengan baterai karbon silikon 6.500 mAh. Perusahaan mengklaim kapasitas itu mampu menemani penggunaan normal lebih dari satu hari penuh.
Pengisian dayanya mendukung fast charging 67 watt. Ada juga reverse charging 22,5 watt yang bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat lain saat dibutuhkan.
Bagi banyak pengguna, kombinasi kapasitas besar dan pengisian cepat menjadi nilai tambah penting. Dalam segmen harga di bawah Rp 10 juta, pendekatan ini membuat Xiaomi 17T tidak hanya menarik dari sisi kamera, tetapi juga dari sisi daya pakai.
Ringkasan spesifikasi utama
- Layar: OLED 6,59 inci, 120 Hz, 3.500 nit, Gorilla Glass 7i
- Chipset: MediaTek Dimensity 8500
- RAM: 12 GB LPDDR5X
- Penyimpanan: 256 GB / 512 GB UFS 4.1
- Kamera belakang: 50 MP utama + 50 MP telefoto periskop 5x + 12 MP ultrawide
- Kamera depan: 32 MP
- Baterai: 6.500 mAh
- Pengisian daya: 67 watt, reverse charging 22,5 watt
- Sistem operasi: Android dengan Xiaomi HyperOS
Secara fisik, Xiaomi 17T memiliki dimensi 157,6 mm x 75,2 mm x 8,17 mm dengan bobot 200 gram. Dengan kamera periskop 50 MP, layar OLED 120 Hz, dan baterai 6.500 mAh, ponsel ini hadir sebagai salah satu opsi paling menarik di segmen premium yang masih menjaga harga di bawah Rp 10 juta.
Source: tekno.kompas.com




