Di Bawah Rp100 Juta Masih Banyak Opsi, Lima Hatchback Bekas Ini Tetap Nyaman Buat Harian

Di pasar hatchback bekas, pilihan di bawah Rp100 jutaan masih cukup ramai karena model-model lawas ini menawarkan fungsi yang pas untuk kebutuhan harian. Dari sekian nama yang beredar, ada mobil yang mengutamakan kelincahan, ada yang hemat bahan bakar, dan ada pula yang lebih menonjol lewat kabin lega.

Kondisi harga mobil baru yang terus naik ikut membuat hatchback era 2010-an kembali diminati. Di kelompok ini, pembeli tidak hanya mengejar harga, tetapi juga biaya pakai yang masih masuk akal, fitur yang memadai, dan karakter mobil yang sesuai dengan kebiasaan berkendara di jalan kota.

Pilihan untuk yang mencari mobil kompak dan mudah dikendalikan

Nissan March menjadi salah satu opsi yang sering dilirik karena ukurannya kompak dan mudah diajak bermanuver. Radius putarnya kecil, kabinnya terasa cukup lega terutama di bagian headroom, dan mobil ini nyaman dipakai di jalan sempit maupun saat parkir.

March hadir dengan mesin 1.200 cc dan 1.500 cc. Varian 1.200 cc memakai HR12DE 3 silinder, sedangkan versi 1.500 cc menggunakan HR15DE.

Pada varian tertinggi, fiturnya sudah cukup lengkap untuk kebutuhan harian. Tersedia push start stop engine, AC digital, ABS, dual airbag, dan vehicle stability control untuk mesin 1.500 cc.

Namun, Nissan March juga punya catatan yang perlu diperhatikan. Harga suku cadangnya relatif mahal dan peredaman kabinnya belum maksimal karena suara dari luar masih cukup terdengar.

Di pasar bekas, Nissan March ada di kisaran Rp70-90 jutaan, tergantung tahun dan kondisi unit.

Bagi yang mengejar rasa berkendara lebih lincah

Mazda2 cocok untuk pembeli yang menyukai hatchback dengan karakter lebih sporty. Generasi lama yang diproduksi antara 2009 hingga 2014 dikenal stabil saat diajak bermanuver dan enak dipakai oleh pengemudi yang senang menyetir sendiri.

Mobil ini menggunakan mesin MZR DOHC 1.500 cc dengan tenaga 103 horsepower. Posisi duduknya ergonomis, sementara tampilan eksteriornya masih terlihat modern.

Bagian interiornya juga terasa lebih mewah dibanding rival sekelas. Fitur yang disematkan antara lain audio steering switch, electric mirror retract, dan built-in head unit.

Mazda2 punya handling yang stabil dan peredaman kabin yang cukup baik. Di sisi lain, suspensinya terasa agak keras dan ruang kaki penumpang belakang sempit.

Biaya servis serta harga sparepart Mazda2 juga dikenal lebih mahal dibanding hatchback Jepang lain di kelasnya. Untuk unit non Skyactiv, harga bekasnya saat ini berada di kisaran Rp70-100 jutaan.

Yang paling menonjol soal efisiensi bahan bakar

Mitsubishi Mirage menjadi salah satu hatchback bekas yang paling dikenal irit. Mobil ini memakai mesin 1.200 cc 3 silinder dengan teknologi MIVEC dan transmisi CVT.

Konsumsi BBM Mirage disebut bisa mencapai sekitar 1:20 untuk penggunaan normal. Angka itu membuatnya menarik bagi pengguna yang memprioritaskan efisiensi biaya harian.

Selain hemat, Mirage punya radius putar kecil dan visibilitas luas. Posisi duduknya nyaman, dan varian tertinggi sudah dibekali push start button, AC digital auto climate, serta tombol audio di setir.

Komprominya ada pada rasa berkendara. Suspensinya cukup limbung saat dipakai menikung dalam kecepatan tinggi dan peredaman kabinnya juga kurang baik.

Di pasar bekas, Mitsubishi Mirage pre facelift ditawarkan di kisaran Rp80 jutaan. Posisi harga tersebut membuatnya tetap kompetitif untuk mobilitas perkotaan.

Alternatif yang lebih murah dan praktis

Suzuki Karimun Estilo hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Mobil ini memakai mesin K10B 1.000 cc 3 silinder yang juga digunakan Suzuki Wagon R.

Keunggulan utamanya ada pada konsumsi BBM yang irit dan biaya perawatan yang relatif murah. Untuk mobilitas pendek hingga menengah, karakter ini menjadi nilai jual penting.

Karimun Estilo facelift juga membawa fitur yang cukup lengkap. Mobil ini sudah memiliki power window empat pintu, electric mirror, dan AC dengan pengaturan lengkap.

Visibilitas yang luas dan jok yang nyaman ikut menambah sisi positifnya. Meski begitu, beberapa komponen seperti headlamp dan suspensi masih tergolong mahal karena harus impor dari India.

Harga Suzuki Karimun Estilo facelift berada di kisaran Rp50-70 jutaan. Rentang ini membuatnya menjadi salah satu pilihan paling murah di daftar hatchback bekas bawah Rp100 juta.

Untuk yang memprioritaskan kabin lapang

Toyota Etios Valco layak masuk daftar bagi pembeli yang mencari ruang kabin lebih lega. Hatchback ini memakai mesin 1.200 cc 3NR-FE yang juga digunakan Toyota Agya dan Calya, sehingga sparepart mesin dinilai cukup melimpah.

Untuk konsumsi BBM, Etios Valco mencatat sekitar 11 km/liter di dalam kota. Kelebihan utamanya ada pada kabin yang lega, suspensi empuk, dan posisi duduk yang nyaman.

Bagasinya juga lebih luas dibanding city car sekelas. Pada varian tertinggi, fiturnya mencakup ABS, EBD, electric mirror, audio double din, dan tombol audio di setir.

Ada dua hal yang kerap disebut sebagai kekurangan. Desainnya dianggap kurang menarik dan pilihan transmisinya hanya manual.

Harga bekas Toyota Etios Valco saat ini berada di kisaran Rp70-80 jutaan. Dengan banderol itu, mobil ini tetap menarik untuk dipakai sebagai hatchback harian yang praktis dan nyaman.

Sebelum membeli salah satu model tersebut, kondisi unit tetap perlu dicek secara detail. Langkah itu penting agar mobil yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan dan minim pekerjaan rumah untuk penggunaan sehari-hari.

Baca Juga

Back to top button