Di Depan Pensiunan Florida, Trump Ubah Pidato Kebijakan Menjadi Adegan Sindiran Atlet Transgender

Reaksi keras mengemuka setelah Donald Trump menampilkan adegan teatrikal dan menirukan atlet transgender dalam pidato di Florida. Momen itu terjadi di hadapan para pensiunan dan langsung mengubah suasana acara yang semula ditujukan untuk membahas isu sosial serta kesehatan.

Pidato di komunitas pensiunan The Villages sebenarnya berawal dari pembahasan Jaminan Sosial dan Medicare. Namun, arah pembicaraan bergeser ketika Trump masuk ke isu atlet transgender dalam olahraga perempuan dan memilih menampilkannya dengan gaya yang dianggap berlebihan di atas panggung.

Pidato yang bergeser dari kebijakan ke pertunjukan

Dalam pidato berdurasi 94 menit itu, Trump mengakui bahwa ia tidak terlalu mendalami rincian teknis soal Jaminan Sosial. Ia mengatakan detail kebijakan akan diserahkan kepada tim dan kemudian memperkenalkan Mehmet Oz, administrator Centers for Medicare and Medicaid Services.

Trump juga menyebut pembahasan Medicare dan Medicaid sebagai bagian yang membosankan. Ia lalu menegaskan bahwa Oz lebih memahami urusan Medicaid, Medicare, dan hal-hal medis dibanding siapa pun, sementara dirinya ingin menjaga agar para hadirin tetap nyaman.

Di tengah pidato, ia mengubah nada pembicaraan menjadi lebih dramatis. Trump menceritakan seorang atlet perempuan yang berusaha mengangkat beban, lengkap dengan gambaran dukungan sang ibu di pinggir arena.

“Ayo sayang, ibunya berteriak. ‘Sayang, ibu sayang kamu’,” kata Trump saat menggambarkan adegan itu. Setelah itu, ia menyebut sang atlet gagal mengangkat beban dan merasa hancur.

Sindiran yang memicu sorotan

Setelah kisah tersebut, Trump menyinggung atlet transgender dengan pernyataan yang langsung menarik perhatian audiens. Ia menyebut sosok itu sebagai “perempuan muda yang sebelumnya laki-laki belum lama ini” dan mengatakan atlet tersebut bisa mengangkat beban tambahan 150 pon atau 68 kilogram.

Komentar itu ditutup dengan kalimat, “Semua ini gila.” Ucapan tersebut kemudian memicu sorotan karena dinilai merendahkan kelompok tertentu di ruang publik, terlebih disampaikan di hadapan para pensiunan.

Sebelum bagian itu, Trump juga mengatakan bahwa Melania Trump menilai aksinya kurang pantas dilakukan seorang presiden. Meski begitu, ia tetap melanjutkan adegan tersebut di hadapan peserta acara.

“Istri saya tidak suka kalau saya melakukan bagian angkat besi. Katanya itu tidak mencerminkan sikap seorang presiden,” ujar Trump. Pernyataan itu justru memperkuat kesan bahwa ia sadar aksinya bisa memicu kritik.

Pola lelucon yang berulang

Komentar soal Melania bukan pertama kali muncul dalam pembahasan Trump tentang isu serupa. Di Kennedy Center pada Januari, ia juga menyebut istrinya tidak menyukai bagian yang menyinggung angkat besi karena dianggap buruk.

Pola yang sama pernah terlihat di Alabama tahun lalu. Dalam kesempatan itu, Trump mengatakan Melania tidak menyukai bagian tertentu dari pidatonya dan menyelipkan candaan dengan menyalahkan pihak kampus karena memintanya membahas isu tersebut.

Rangkaian pengulangan itu membuat sebagian pengamat menilai keberatan sang istri telah menjadi elemen tetap dalam materi pidato Trump. Dalam beberapa kesempatan, selingan seperti itu tampak lebih menyerupai lelucon yang disiapkan daripada reaksi spontan.

Gelombang kritik di media sosial

Respons negatif terhadap aksi Trump cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet menilai perilakunya memalukan, apalagi dilakukan oleh seorang presiden yang sedang menjabat di depan publik lanjut usia.

Sebagian komentar menyebut Trump mempermalukan dirinya sendiri dengan bertingkah konyol di hadapan kerumunan warga lanjut usia. Ada juga yang menilai ia sudah terlepas dari realitas dan tidak pantas menjadi presiden.

Nada kritik lain bahkan menyebutnya sebagai “presiden paling bodoh sepanjang masa.” Derasnya reaksi itu menunjukkan bahwa momen tersebut bukan hanya dilihat sebagai hiburan politik, tetapi juga sebagai tindakan yang dianggap merendahkan martabat jabatan presiden.

Di tengah sorotan itu, pidato yang semula diarahkan pada Jaminan Sosial dan Medicare justru lebih banyak dibicarakan karena gestur teatrikal dan sindiran terhadap atlet transgender. Kontroversi tersebut kembali menempatkan Trump di pusat perdebatan soal gaya komunikasinya yang kerap mengandalkan provokasi.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version