Di Tengah Harga Naik, HP Rp2 Jutaan Ini Tawarkan Layar Lengkung 144Hz dan Baterai 7.000 mAh

Di kelas HP Rp2 jutaan, persaingan pada pertengahan 2026 tidak lagi sekadar soal RAM besar atau kamera banyak. Sejumlah model justru tampil dengan kombinasi layar lengkung, refresh rate 144Hz, dan baterai jumbo yang biasanya lebih sering ditemui di kelas lebih mahal.

Kondisi pasar yang ikut terdorong naik oleh harga komponen global membuat banderol banyak ponsel terasa makin berat. Namun, di tengah situasi itu, ada deretan perangkat yang tetap dipasang di kisaran Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan, sehingga terlihat sangat agresif untuk ukuran spesifikasinya.

Layar lengkung mulai masuk ke kelas terjangkau

Salah satu nama yang paling menonjol adalah Redmi Note 15 4G. Ponsel ini membawa panel AMOLED dengan desain layar lengkung, lalu menambahkan peak brightness 3.000 nits agar tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari langsung.

Redmi Note 15 4G juga tidak berhenti di sisi tampilan. Perangkat ini dibekali kamera utama 108 MP dan kamera depan 20 MP, sehingga masih relevan untuk pengguna yang mengutamakan detail pada foto harian.

144Hz bukan lagi milik HP mahal

Persaingan di kelas ini juga dipanaskan oleh Infinix Hot 60 Pro dan Infinix Hot 60 Pro Plus. Keduanya sama-sama memakai layar AMOLED 144Hz, sebuah spesifikasi yang dulu lebih identik dengan ponsel yang jauh lebih mahal.

Hot 60 Pro hadir dengan panel 6,78 inci, sedangkan Hot 60 Pro Plus membawa layar lengkung AMOLED 144Hz dengan screen-to-body ratio 93,4 persen. Hot 60 Pro Plus juga dibuat sangat tipis, dengan ketebalan 5,95 mm dan bobot 155 gram.

Baterai besar jadi pembeda paling mencolok

Di antara pilihan yang tersedia, Motorola G57 Power paling menonjol berkat baterai 7.000 mAh. Kapasitas sebesar ini diklaim mampu bertahan hingga dua hari penuh pada pemakaian normal, sehingga cocok untuk pengguna yang ingin daya tahan lebih panjang.

Motorola juga menyematkan Snapdragon 6 Gen 4, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB pada perangkat tersebut. Untuk kamera, tersedia sensor utama 50 MP dari Sony Lytia, sementara bodinya sudah mengantongi standar militer MIL-STD-810H.

Masih ada opsi lain yang tetap kompetitif

Tecno Spark 40 Pro masuk ke daftar yang patut diperhitungkan dengan bodi setipis 6,6 mm dan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K. Ponsel ini memakai Helio G1 Ultimate, RAM 8 GB, dan kamera utama 50 MP.

Namun, perangkat ini belum dibekali OIS atau EIS untuk video 1080p 60 FPS. Di sisi lain, Redmi Note 13 5G masih bertahan sebagai opsi menarik karena mengusung Dimensity 6080 5G, RAM 8 GB LPDDR4X, dan storage 256 GB UFS 2.2.

Redmi Note 13 5G juga menawarkan layar AMOLED 120Hz dengan perlindungan Gorilla Glass 5. Meski begitu, speaker-nya masih mono dan dukungan sistem operasinya disebut mentok di Android 15.

Harga masih ditahan di kisaran Rp2 jutaan

Kelima perangkat tersebut sama-sama berada di rentang harga Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan. Infinix Hot 60 Pro, Tecno Spark 40 Pro, dan Motorola G57 Power berada di kisaran Rp2,5 jutaan, sedangkan Redmi Note 15 4G dan Infinix Hot 60 Pro Plus ada di kisaran Rp2,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan.

Redmi Note 13 5G dipatok sekitar Rp2,6 jutaan. Dengan harga yang masih tertahan di level itu, kehadiran layar lengkung, refresh rate 144Hz, dan baterai 7.000 mAh membuat kelas HP Rp2 jutaan terasa jauh lebih kaya fitur daripada yang biasanya terlihat di segmen ini.

Exit mobile version