Kisaran harga BBM diesel di sejumlah SPBU kini terlihat makin berjauhan setelah Pertamina menyesuaikan tarif pada lini nonsubsidi. Di tengah pergerakan itu, Diesel Primus milik Vivo masih bertahan di Rp14.610 per liter dan menjadi salah satu harga yang paling menarik perhatian karena tidak ikut naik seperti beberapa pesaing.
Perbedaan harga tersebut membuat konsumen kendaraan diesel punya lebih banyak bahan pertimbangan saat mengisi bahan bakar. Saat Dexlite Pertamina sudah berada di Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex naik ke Rp23.900 per liter, posisi Vivo terasa jauh lebih rendah dan selisihnya semakin mudah terlihat.
Harga Vivo belum berubah
Mengutip Antara, daftar harga Vivo yang diumumkan pada 1 Maret 2026 menunjukkan Diesel Primus tetap dipasarkan di Rp14.610 per liter. Angka itu menegaskan bahwa Vivo belum melakukan penyesuaian pada produk solar utamanya, meski pasar BBM nonsubsidi sedang bergerak naik.
Selain Diesel Primus, Vivo juga mencantumkan harga BBM lain yang tetap. Revvo 92 masih di Rp12.390 per liter dan Revvo 95 berada di Rp12.930 per liter, sehingga tidak semua produk di jaringan ini ikut mengalami perubahan harga.
Kenaikan tajam terjadi di Pertamina
Sementara Vivo menahan harga, Pertamina justru menyesuaikan beberapa produk diesel secara signifikan. Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Kenaikan itu menjadi sorotan karena nilainya cukup besar dan langsung memengaruhi biaya pengisian harian, terutama bagi pengguna kendaraan diesel. Di sisi lain, tidak semua produk Pertamina berubah harga karena beberapa jenis masih bertahan di level lama.
Pertalite tetap berada di Rp10.000 per liter, Solar subsidi masih Rp6.800 per liter, Pertamax bertahan di Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green masih di Rp12.900 per liter. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga hanya terjadi pada produk tertentu, terutama di lini nonsubsidi.
Selisih harga diesel makin lebar
Jika dibandingkan dengan pemain lain, posisi Diesel Primus Vivo memang masih jauh lebih murah. Harga itu berada di bawah BP Ultimate Diesel yang tercatat Rp25.560 per liter, serta di bawah Dexlite Pertamina yang sudah menyentuh Rp23.600 per liter.
Perbedaan antarmerek ini membuat harga solar menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan konsumen. Untuk pengguna kendaraan diesel, selisih beberapa ribu rupiah per liter bisa berdampak pada total biaya operasional, apalagi bila pengisian dilakukan rutin.
Situasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar BBM sedang bergerak tidak seragam. Ada merek yang memilih menahan harga, ada pula yang menyesuaikan tarif cukup agresif mengikuti kondisi pasar masing-masing.
SPBU lain ikut terdorong menyesuaikan
Penyesuaian harga di Pertamina turut memberi efek pada jaringan SPBU lain. Di SPBU BP, BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp25.560 per liter dari Rp14.620 per liter, sementara BP Ultimate dan BP 92 tetap masing-masing di Rp12.930 per liter dan Rp12.390 per liter.
Shell juga disebut belum beroperasi normal karena pasokan BBM belum sepenuhnya stabil. Shell Super tercatat Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel berada di Rp14.620 per liter, sehingga ketersediaan stok masih ikut menjadi pertimbangan bagi konsumen di sejumlah wilayah.
Dengan kondisi seperti ini, Diesel Primus Vivo yang tetap di Rp14.610 per liter menjadi pembanding penting di pasar solar. Harga tersebut menempatkan Vivo di posisi yang menonjol saat banyak produk diesel lain sudah naik ke level yang lebih tinggi.
Source: otodriver.com