Domisili Didahulukan Dalam SPMB Jatim 2026, Rapor dan TKA Tetap Jadi Penentu Akhir

Seleksi SPMB SMA dan sederajat di Jawa Timur untuk tahun ajaran 2026-2027 datang dengan susunan baru yang langsung menempatkan jalur domisili di garis depan. Dalam skema ini, calon murid yang tinggal dekat sekolah mendapat ruang bersaing lebih awal sebelum komponen lain ikut menentukan hasil penerimaan.

Perubahan tersebut membuat nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik tidak lagi berdiri sebagai penentu tunggal. Keduanya kini masuk dalam rangkaian penilaian yang mendampingi jalur domisili, sehingga proses seleksi bergerak dengan ukuran yang lebih berlapis.

Domisili menjadi pintu awal seleksi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan penempatan jalur domisili mengacu pada surat edaran dan petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri. Kebijakan ini disiapkan agar calon murid yang berdomisili dekat sekolah memiliki kesempatan awal yang lebih jelas.

Meski mendapat prioritas di awal proses, jalur domisili tidak diperlakukan sebagai satu-satunya penentu. Hasil akhir tetap melihat unsur akademik melalui nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik yang ikut dihitung dalam seleksi.

Rapor lima semester dan TKA sama-sama masuk hitungan

Dalam skema baru, nilai rapor yang digunakan berasal dari capaian belajar selama lima semester. Dinas Pendidikan Jawa Timur menggabungkan catatan belajar di sekolah dengan hasil tes akademik supaya seleksi tidak bertumpu pada satu ukuran saja.

Aries menjelaskan perpaduan itu dibuat agar proses penerimaan murid baru berjalan lebih proporsional. Dengan begitu, kemampuan akademik peserta tetap terbaca, tetapi posisinya hadir bersama jalur domisili dan data rapor yang sudah disiapkan.

Data rapor diperiksa lebih ketat

Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menemukan adanya selisih antara nilai rapor pada dokumen fisik dan data yang dimasukkan ke sistem saat pengambilan PIN. Temuan itu membuat sekolah diminta melakukan verifikasi dan penyesuaian agar data yang dipakai sesuai kondisi sebenarnya.

Langkah tersebut dipandang penting untuk menjaga transparansi seleksi. Akurasi data menjadi dasar agar setiap murid memperoleh kesempatan yang setara berdasarkan capaian yang benar-benar dimiliki.

Pemantauan dibuka untuk publik

Pembaruan SPMB 2026 juga disertai penggunaan dashboard monitoring real time. Melalui sistem itu, masyarakat dapat memantau jalannya penerimaan secara terbuka selama proses berlangsung.

Keterbukaan ini menjadi salah satu titik tekan dalam skema baru. Dengan pengawasan yang lebih jelas, proses seleksi diharapkan lebih mudah dilihat dan diawasi oleh publik.

Hasil TKA dinilai baik, tetapi pemerataan tetap jadi perhatian

Aries menyebut hasil Tes Kemampuan Akademik peserta di Jawa Timur secara umum menunjukkan capaian yang baik. Bahkan, ada peserta yang berhasil meraih nilai sempurna.

Meski begitu, ia menilai masih ada sejumlah wilayah yang perlu perhatian agar kualitas pendidikan berkembang lebih merata. Karena itu, pembaruan SPMB 2026 tidak hanya menyentuh urutan jalur seleksi, tetapi juga mendorong proses yang lebih terukur dan akuntabel.

Dengan susunan baru ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap penerimaan murid baru berjalan lebih terbuka. Kombinasi hasil belajar, kemampuan akademik, dan validitas data diposisikan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi pendidikan di Jawa Timur.

Source: surabaya.kompas.com

Baca Juga

Back to top button