Peluncuran satelit Drishti menandai langkah baru GalaxEye dalam pengamatan Bumi dari orbit. Startup asal India itu tidak membawa satu jenis sensor saja, melainkan menguji pendekatan yang menggabungkan citra optik dan radar aperture sintetis dalam satu wahana kecil.
Yang membuat misi ini menonjol adalah cara GalaxEye merancang pengamatannya. Alih-alih bergantung pada dua satelit berbeda yang harus disinkronkan dari orbit terpisah, Drishti membawa kamera optik konvensional dan instrumen SAR dalam satu platform, sehingga data bisa dikumpulkan dari lintasan yang sama.
Mengurangi ketergantungan pada cuaca
Pendekatan tersebut penting karena citra optik punya batas jelas saat langit tidak mendukung. Gambar dari sensor optik memang tajam ketika kondisi cerah, tetapi awan dan gelap bisa membuat pemantauan tidak konsisten.
SAR menawarkan keunggulan yang berbeda. Teknologi ini memancarkan pulsa gelombang mikro ke permukaan Bumi lalu membaca sinyal pantulnya, sehingga tetap dapat berfungsi pada berbagai kondisi cuaca dan pada siang maupun malam hari.
Dengan menggabungkan keduanya, GalaxEye ingin mengurangi kebutuhan menunggu lintasan ulang yang bebas awan. Operator juga tidak perlu lagi mencocokkan arsip radar dan optik yang direkam pada waktu berbeda.
Fokus pada pemantauan yang terus berjalan
GalaxEye menggambarkan visinya sebagai penyedia pengamatan Bumi yang persisten dan berbasis fidelitas tinggi. Arah ini ditujukan untuk kebutuhan yang menuntut kesinambungan data, seperti pengawasan pesisir, respons bencana, pemantauan pertanian, dan pengintaian pertahanan.
Dalam skenario seperti itu, pengguna sering berhadapan dengan pilihan sulit antara kejernihan gambar dan ketersediaan data di segala cuaca. Opto-SAR dirancang untuk mengecilkan kompromi itu dengan menghadirkan dua karakteristik tersebut dalam satu platform.
Tantangan teknis dalam satu satelit kecil
Secara teknis, SAR membentuk citra dua dimensi dengan memproses pergeseran Doppler dari sinyal balik ketika satelit bergerak di orbit. Mekanisme ini memungkinkan antena besar secara virtual dibangun dari perangkat fisik yang lebih kecil.
Namun, menyatukan dua payload dengan kebutuhan aperture, daya, dan aliran data yang berbeda bukan pekerjaan sederhana. GalaxEye harus menempatkan keduanya dalam satu bus satelit tanpa menurunkan performa salah satunya.
Perusahaan belum membuka spesifikasi resolusi untuk masing-masing kanal maupun ketinggian orbit Drishti. Karena itu, penilaian independen atas kinerja sistem masih menunggu data commissioning yang dikumpulkan di orbit.
Langkah berikutnya bagi GalaxEye
Tahap terdekat setelah peluncuran adalah commissioning di orbit. Proses ini mencakup aktivasi dua kanal sensor, kalibrasi performa geometrik dan radiometrik, serta pembuktian bahwa citra Opto-SAR benar-benar selaras dan siap dipakai secara operasional.
Hasil commissioning nanti akan menjadi tolok ukur awal bagi konsep ini. Jika performa Drishti sesuai target desain, GalaxEye berpeluang mendorong konstelasi lanjutan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan ulang.
Di tengah pasar SAR komersial yang sudah ramai, pendekatan ini juga menjadi pembeda tersendiri. Capella Space, ICEYE, dan Synspective sama-sama mengoperasikan konstelasi SAR khusus, sementara Planet Labs dikenal di pencitraan optik berbasis satelit kecil.





