Bagi Samsung, sengketa dengan Dua Lipa bukan sekadar urusan gambar di kemasan televisi. Kasus ini juga menyorot betapa rumitnya rantai persetujuan materi promosi ketika sebuah citra selebritas masuk ke ekosistem ritel yang luas.
Perusahaan asal Korea Selatan itu akhirnya memberi penjelasan setelah digugat oleh Dua Lipa dengan tuntutan ganti rugi sekitar $15 juta. Samsung membantah ada pelanggaran yang disengaja dan menyatakan bahwa materi yang dipersoalkan dipakai setelah menerima jaminan tegas dari mitra konten pihak ketiga.
Samsung mengatakan penggunaan gambar tersebut muncul setelah ada konfirmasi lisensi dari penyedia konten eksternal. Konfirmasi itu disebut mencakup pemakaian di Samsung TV Plus dan pada kotak retail, sehingga tim internal menganggap prosesnya sudah beres.
Dalam pernyataannya, Samsung menegaskan bahwa langkah perusahaan dilakukan dengan itikad baik. Posisi itu sekaligus menempatkan tanggung jawab utama pada pihak luar yang memasok materi visual tersebut.
Dua Lipa mengajukan gugatan di pengadilan federal Los Angeles. Tim hukumnya menilai kemiripan wajah sang penyanyi dipakai pada kemasan retail TV Samsung dan materi promosi lain tanpa persetujuan yang sah.
Dokumen perkara menyebut gambar yang disengketakan digunakan pada banyak produk yang dijual di Amerika Serikat selama 2025 dan 2026. Karena cakupannya luas, penggunaan itu disebut bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari peluncuran pemasaran berskala besar.
Nilai tuntutan yang diajukan mencapai sekitar $15 juta. Dasar klaim yang disebut meliputi pelanggaran hak cipta, penyalahgunaan merek, dan pelanggaran hak publisitas berdasarkan hukum California.
Pihak Dua Lipa juga menilai penggunaan itu tetap berlangsung meski ada pemberitahuan untuk menghentikannya. Bagi tim hukumnya, hal tersebut memperkuat dugaan bahwa persoalan ini tidak berhenti pada kelalaian administratif sesaat.
Sengketa ini kembali membuka pembahasan soal kontrol atas citra publik seorang artis. Saat gambar selebritas dipakai untuk mendorong penjualan produk konsumen, nilai komersialnya ikut naik seiring luasnya distribusi.
Dokumen perkara menyebut kemasan yang disengketakan berpotensi menjangkau jutaan konsumen. Skala itu membuat proses lisensi menjadi sangat penting karena satu materi visual bisa berpindah dari platform konten ke kemasan fisik dan materi promosi lain.
Samsung sendiri masih membuka peluang penyelesaian yang konstruktif dengan perwakilan Dua Lipa. Perusahaan juga menyatakan menghormati hak kekayaan intelektual para artis, meski hingga kini belum ada penyelesaian damai yang diumumkan.
Perkara ini masih berjalan dan kedua pihak mempertahankan posisi masing-masing. Di tengah pemasaran modern yang makin bergantung pada kerja sama pihak ketiga, kasus ini menjadi contoh bagaimana izin, tanggung jawab, dan batas penggunaan citra selebritas bisa memicu sengketa besar.
Source: sundayguardianlive.com