Di Jakarta, Hari Buruh Internasional tahun ini tidak hanya diwarnai perayaan di satu titik, tetapi juga aksi keras di titik lain. Kawasan Senayan menjadi pusat perhatian karena ribuan buruh disiapkan untuk bergerak menuju gedung DPR dengan agenda yang menekan langsung ke pusat pengambilan keputusan.
Di depan parlemen, Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat memilih jalur demonstrasi setelah lebih dulu menempuh audiensi. Aksi itu dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB dan diperkirakan melibatkan sekitar 10.000 orang.
Audiensi lebih dulu, baru massa bergerak
Ketua KASBI, Sunarno, menyebut pihaknya sudah meminta pertemuan dengan pimpinan DPR dan Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan. Jadwal awal audiensi semula pukul 14.00 WIB, lalu berubah menjadi rentang pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Sekitar 10 perwakilan buruh dijadwalkan hadir dalam pertemuan itu. Setelah audiensi selesai, massa akan menuju titik kumpul di sekitar gedung TVRI sebelum melanjutkan aksi di kawasan DPR.
Long march dari Senayan
Sunarno mengatakan massa diperkirakan mulai berkumpul di bawah flyover Senayan. Dari titik itu, mereka akan menunaikan salat Jumat terlebih dahulu sebelum melakukan long march ke gedung DPR.
Peserta aksi disebut datang dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Mereka bergerak dengan berbagai moda transportasi, termasuk sepeda motor dan bus.
Tuntutan dibawa ke pusat kekuasaan
KASBI dan Gebrak mengusung tema aksi “Aksi Bersama Rakyat Lawan Kapitalisme, Imperialisme, dan Militerisme. Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak, dan Hidup Layak”. Tema itu sekaligus menunjukkan arah tuntutan yang mereka bawa pada peringatan May Day kali ini.
Sunarno menegaskan kondisi saat ini belum tepat untuk merayakan May Day secara meriah. Karena itu, pihaknya memilih turun ke jalan untuk memberi tekanan kepada pemerintah dan DPR agar mendengar aspirasi buruh.
Jakarta terbagi dua arah
Peringatan Hari Buruh di ibu kota memperlihatkan dua pendekatan yang berbeda dari kalangan buruh. Di Monumen Nasional, sebagian serikat memilih perayaan, sedangkan di Senayan massa disiapkan untuk aksi unjuk rasa dengan rangkaian yang lebih langsung dan agresif.
KSPI memusatkan kegiatan May Day Fiesta di Monas. Sementara itu, KASBI dan Gebrak menempatkan aksi di depan DPR sebagai titik utama perjuangan mereka pada hari yang sama.
Perbedaan pilihan itu membuat dua kawasan di Jakarta sama-sama menyedot perhatian. Di satu sisi ada perayaan, sementara di sisi lain ada aksi yang diarahkan langsung ke pusat keputusan ketenagakerjaan.
Source: www.beritasatu.com