Banyumas kini diposisikan sebagai salah satu daerah yang paling siap menjadi model pengembangan kepramukaan di Jawa Tengah. Penilaian itu muncul karena daerah ini dinilai punya prestasi yang konsisten, pembinaan regenerasi yang kuat, dan dukungan pemerintah daerah yang terus menguat.
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah melihat kombinasi itu sebagai modal penting yang tidak banyak dimiliki kwartir cabang lain. Ketua Kwarda Jateng Slamet Budi Prayitno menilai Pramuka Banyumas istimewa karena fondasi organisasinya ditopang oleh dukungan majelis pembimbing yang kuat.
Di mata Kwarda Jateng, kekuatan Banyumas tidak hanya terletak pada capaian lomba tingkat. Daerah ini juga dikenal menonjol dalam pembinaan generasi muda dan pengembangan organisasi kepramukaan di tingkat cabang.
Slamet bahkan mengaitkan penilaiannya dengan pengalaman pribadinya saat masih menjadi anggota Pramuka di SMP Negeri 1 Purwokerto. Kala itu, ia mewakili Banyumas dalam Lomba Tingkat IV di Pati dan berhasil menjadi juara tingkat Jawa Tengah.
Menurut dia, capaian Banyumas tidak bisa dibaca sebagai prestasi sesaat. Ia menilai kualitas Pramuka Banyumas telah terlihat kuat sejak 1971 dan tetap terjaga hingga sekarang.
Sanggar Baru Jadi Penanda Keseriusan Daerah
Salah satu hal yang ikut menarik perhatian Kwarda Jateng adalah kemampuan Banyumas membangun sanggar kepramukaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Daerah ini disebut memiliki dukungan anggaran terbesar di Jawa Tengah untuk gerakan Pramuka.
Kondisi itu membuat Banyumas dipandang mampu menjaga kesinambungan pembinaan secara lebih kokoh. Slamet mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas karena pembangunan sanggar dinilai bisa menjadi contoh pusat pendidikan kepramukaan modern di Jawa Tengah.
Dukungan daerah juga menjadi pembeda penting bagi Banyumas selama ini. Dengan modal tersebut, Kwarda Jateng menilai Banyumas layak naik kelas sebagai rujukan pengembangan gerakan Pramuka di provinsi ini.
Nilai Lokal dan Pembinaan Karakter
Selain soal prestasi dan fasilitas, Kwarda Jateng juga menyoroti nilai budaya Banyumasan sebagai kekuatan pembinaan. Slamet menyinggung karakter Bawor yang jujur, terbuka, rukun, dan gotong royong sebagai dasar yang selaras dengan pendidikan karakter bagi generasi muda.
Nilai itu dianggap memperkuat posisi Pramuka Banyumas dalam membentuk peserta didik yang berkarakter. Karena itu, gerakan kepramukaan di daerah tersebut dipandang tidak hanya bergerak di ranah organisasi, tetapi juga dalam pembentukan sikap dan kebiasaan sosial.
Kwarda Jateng juga mendorong Banyumas menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Perhatian ini terutama diarahkan ke kawasan Baturraden yang mulai menghadapi ancaman banjir dan longsor.
Di sisi lain, keberadaan Bumi Perkemahan Kendalisada dinilai menyimpan potensi besar. Lokasi itu dipandang dapat dikembangkan menjadi pusat inovasi dan laboratorium pendidikan karakter pemuda.
Dorongan Modernisasi Organisasi
Penguatan Pramuka Banyumas juga diarahkan ke sisi dokumentasi dan digitalisasi. Kwarda Jateng menekankan pentingnya keanggotaan tercatat melalui platform Ayo Pramuka agar kegiatan di daerah lebih mudah terpantau secara nasional.
Slamet meminta kwartir aktif mengunggah kegiatan ke platform tersebut. Ia menilai aktivitas Pramuka sebenarnya sudah sangat hidup, tetapi belum banyak yang terdokumentasi dalam ruang digital.
Dorongan itu datang beriringan dengan penguatan kepengurusan baru di Banyumas. Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Banyumas masa bakti 2026-2031 dipimpin oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Pada masa bakti yang sama, Pengurus Kwartir Cabang Banyumas kembali diketuai Agus Nur Hadie. Susunan baru ini diharapkan bisa menjaga kesinambungan pembinaan yang selama ini membuat Banyumas menonjol di Jawa Tengah.
Sadewo berharap kepengurusan baru mampu meneruskan sekaligus meningkatkan prestasi Pramuka Banyumas. Ia menyinggung status Banyumas sebagai Kwarcab Tergiat I di Kwarda Jawa Tengah sejak 1998.
Ia juga meminta pengurus menjaga amanah dengan tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian. Menurut dia, kepengurusan harus menjadi ruang untuk bekerja dan berkarya bagi generasi muda.
Sadewo menegaskan pentingnya pemahaman terhadap arah kebijakan dan target lima tahun ke depan. Ia ingin seluruh program kerja Kwarcab Banyumas berjalan selaras dan berkesinambungan.
Ia juga menekankan bahwa peran Majelis Pembimbing Cabang tidak berhenti pada fungsi simbolis. Dukungan yang diberikan mencakup aspek moral, organisatoris, material, finansial, dan konsultatif bagi gerakan Pramuka di Banyumas.
Source: jateng.antaranews.com