Pasar kripto dan saham terkait langsung bereaksi cepat setelah CLARITY Act lolos dari Komite Perbankan Senat dengan dukungan bipartisan. Dorongan itu membuat saham Coinbase Global sempat melonjak hingga 9% sebelum ditutup di 212,01 dolar AS, naik 10,21 dolar AS atau 5,06%.
Kenaikan tersebut juga ikut mengangkat sejumlah nama lain di sektor yang sama. Gemini Space Station naik 6%, Robinhood menguat 5%, dan SoFi bertambah 3% karena investor membaca peluang bahwa aturan yang lebih jelas untuk aset digital mulai mendekati tahap penting.
Arah baru untuk pengawasan aset digital
CLARITY Act, atau Digital Asset Market Clarity Act, dirancang untuk memberi dasar hukum yang lebih tegas bagi pembagian pengawasan aset digital. Rancangan ini juga mengatur bagaimana lembaga keuangan, termasuk bank besar, dapat menjalankan bisnis pembayaran, pinjaman, kustodi, dan perdagangan.
Aturan tersebut turut membuka jalan bagi platform kripto untuk menawarkan aset tokenisasi di blockchain. Bagi perusahaan di industri ini, kejelasan aturan seperti itu dianggap krusial karena dapat memengaruhi arah bisnis dan strategi jangka panjang.
Meski begitu, lolos dari komite belum berarti perjalanan rancangan undang-undang ini akan mudah. Sebelum pemungutan suara, pasar sudah memperkirakan hasilnya akan positif karena Komite Perbankan Senat dikuasai Partai Republik, tetapi sikap Demokrat belum sepenuhnya jelas sampai suara diberikan.
Hasil akhirnya menunjukkan 15 suara mendukung dan 9 menolak. Dua senator Demokrat kunci, Angela Alsobrooks dari Maryland dan Ruben Gallego dari Arizona, ikut mendukung langkah keluar dari komite, walau keduanya belum memberi jaminan untuk pemungutan suara di Senat secara keseluruhan.
Ujian berat masih menunggu di Senat penuh
Perhatian pasar kini bergeser ke Senat penuh, tempat CLARITY Act masih harus melewati pemungutan suara lanjutan. Pada tahap ini, rancangan itu memerlukan dukungan sedikitnya tujuh senator Demokrat agar bisa bergerak lebih jauh.
Sejumlah keberatan dari Demokrat masih berkaitan dengan bahasa undang-undang tentang penindakan pendanaan ilegal. Mereka juga mendorong adanya ketentuan etika yang menetapkan pagar pembatas konflik kepentingan bagi pejabat terpilih.
Gallego menilai masih ada banyak isu yang belum selesai, terutama soal pengaturan etika bagi pejabat terpilih. Alsobrooks juga menegaskan bahwa revolusi digital akan tetap terjadi, baik regulasi dibentuk maupun tidak.
Sengketa stablecoin belum selesai
Di luar soal pengawasan aset digital, ada satu isu lain yang ikut menyita perhatian, yakni kemampuan platform kripto pihak ketiga membayar bunga kepada pelanggan pemegang stablecoin. Stablecoin sendiri adalah aset kripto yang dipatok ke dolar AS.
Coinbase dan kelompok dagang kripto sudah berbulan-bulan berhadapan dengan industri perbankan untuk mempertahankan kemampuan membayar bunga kepada pelanggan stablecoin. Legislator sempat memperkenalkan aturan kompromi pada awal bulan ini, tetapi kelompok bank menilai langkah itu masih belum cukup.
Juru bicara American Bankers Association dan kelompok dagang bank lain mengatakan mereka akan terus bekerja dengan senator dengan itikad baik untuk memperbaiki isu tersebut dan meningkatkan peluang rancangan itu di lantai Senat. Di sisi lain, Coinbase menjadikan fitur ini sebagai cara utama untuk mendorong penggunaan USDC, stablecoin terbesar kedua yang diterbitkan Circle.
Hubungan bisnis Coinbase dan Circle juga bergantung pada tingkat bunga serta total peredaran stablecoin. Jeremy Allaire, CEO Circle, menyebut CLARITY Act benar-benar penting bagi penerbit stablecoin dan kemampuan mereka membayar reward stablecoin.





