Elon Musk Menyebut Mayoritas Kripto Penipuan, Namun Bitcoin dan Dogecoin Masih Ia Simpan

Satu pernyataan Elon Musk kembali membuat pasar kripto waspada. Dalam kesaksiannya di pengadilan Oakland, ia mengatakan bahwa sebagian besar kripto adalah penipuan, meski tetap mengakui ada sebagian kecil yang menurutnya memiliki nilai.

Ucapan itu muncul saat Musk membahas percakapan awal soal kemungkinan pendanaan OpenAI lewat ICO dalam sidang yang terkait gugatan OpenAI. Kalimatnya cepat menyebar karena keluar di forum resmi, bukan lewat unggahan singkat di media sosial seperti banyak komentar Musk sebelumnya.

Sikap yang tak pernah benar-benar satu arah

Pandangan Musk terhadap kripto memang sudah lama berubah-ubah. Pada 2014, ia sempat menolak Bitcoin dan menyebutnya berpotensi terkait aktivitas ilegal, sekaligus mengatakan bahwa ia tidak memiliki Bitcoin.

Beberapa tahun kemudian, fokusnya bergeser ke Dogecoin. Pada 2019, ia mulai aktif membicarakan aset itu, dan satu unggahan yang menyebut DOGE sebagai “my fav cryptocurrency” sempat memicu lonjakan harga cepat.

Tesla dan jejak Bitcoin yang masih tertinggal

Pengaruh Musk juga pernah terasa lewat langkah bisnis Tesla. Pada 2021, perusahaan itu mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1.5 billion dan sempat menerima BTC sebagai alat pembayaran kendaraan.

Langkah tersebut dianggap sebagai momen penting bagi adopsi institusional. Di periode yang sama, Musk juga pernah berbicara positif soal struktur Bitcoin dan mengakui potensi Ethereum.

Namun, hubungan itu tidak berjalan mulus. Tesla kemudian menghentikan pembayaran Bitcoin karena kekhawatiran atas dampak lingkungan dari penambangan, lalu menjual sekitar 75% kepemilikan Bitcoin pada 2022.

Meski begitu, Tesla masih memegang posisi Bitcoin yang cukup besar. Perkiraannya sekitar 11,500 BTC per awal 2026, sehingga jejak aset digital itu belum sepenuhnya hilang dari neraca perusahaan.

Masih memegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin

Di luar perusahaan-perusahaannya, Musk sendiri menyebut masih memegang Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin. Dogecoin tetap menjadi aset yang paling sering ia sorot, termasuk lewat komentar yang berkaitan dengan proyek dan pembayaran merchandise Tesla.

SpaceX juga diyakini menyimpan Bitcoin. Di sisi lain, pendekatan kripto di perusahaan-perusahaan milik Musk kini terlihat lebih hati-hati dan selektif dibanding fase akumulasi agresif sebelumnya.

Reaksi pasar dan bayang-bayang hukum

Komentar terbaru Musk kembali mengingatkan pasar bahwa ucapan satu figur bisa mengubah sentimen aset digital dengan cepat. Itu terjadi karena pengaruhnya terhadap Dogecoin dan perhatian besar pasar terhadap setiap pernyataannya soal kripto.

Pengaruh besar tersebut juga memunculkan masalah hukum. Pada 2022, sebuah gugatan class-action menuduh Musk dan Tesla menjalankan skema “pump-and-dump” melalui Dogecoin, dengan klaim bahwa pernyataan publik mereka mendorong harga naik secara artifisial sebelum jatuh.

Gugatan itu menuntut ganti rugi sebesar $258 billion. Namun, seorang hakim federal menolak perkara tersebut pada 2024 dan menyebut pernyataan Musk sebagai “puffery” yang tidak bisa diperlakukan sebagai nasihat finansial.

Pasar kripto yang masih sensitif

Pernyataan Musk datang ketika industri kripto berada dalam fase transisi. Regulasi membaik dan partisipasi institusional meningkat, tetapi token spekulatif dan siklus memecoin tetap menyedot perhatian besar.

Di saat yang sama, industri ini masih dipenuhi penipuan, proyek berkualitas rendah, dan model token yang tidak berkelanjutan. Karena itu, komentar Musk terdengar tajam, terutama karena ia tetap melihat nilai jangka panjang pada sebagian ekosistem kripto.

Pola yang terlihat dari sikapnya masih sama: kritis terhadap pasar kripto secara luas, tetapi tetap terhubung dengan sejumlah aset tertentu. Selama posisi itu belum berubah, setiap komentar barunya hampir pasti masih akan menggerakkan pasar.

Baca Juga

Back to top button