Empat pertandingan tersisa membuat Borneo FC Samarinda berada dalam posisi yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola nasional. Di ujung kompetisi Super League 2025/2026, Pesut Etam masih punya peluang nyata untuk menjadi tim pertama dari Kalimantan yang mengangkat gelar kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Peta persaingan belum memberi ruang lega. Borneo FC dan Persib Bandung sama-sama mengoleksi 69 poin, tetapi Persib masih berdiri di puncak klasemen karena unggul head-to-head atas tim asal Samarinda itu.
Bagi Kalimantan, situasi ini terasa lebih besar dari sekadar perebutan trofi. Selama ini belum ada klub dari pulau tersebut yang berhasil menjadi juara liga, meski beberapa nama sudah pernah ikut bersaing dan mencoba menembus batas sejarah.
Bontang FC, Mitra Kukar, Persiba Balikpapan, dan Barito Putera pernah membawa harapan itu ke kompetisi tertinggi. Namun, semuanya masih berhenti sebelum sampai pada gelar juara yang selama ini dinantikan wilayah Kalimantan.
Borneo FC sendiri pernah paling dekat pada musim 2023/2024. Saat itu mereka sempat memimpin klasemen seri reguler, tetapi langkah menuju gelar justru terhenti di babak championship series.
Ujian berikutnya datang di kandang
Perjalanan menuju garis akhir kini memasuki fase yang sangat menentukan. Dengan sisa laga yang hanya empat, setiap pertandingan bernilai besar dan satu hasil buruk saja dapat mengubah arah perebutan gelar.
Laga terdekat Borneo FC adalah menjamu Persita Tangerang di Stadion Segiri pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini juga membawa beban tambahan karena pada pertemuan pertama Borneo FC kalah 0-2 dari lawan yang sama.
Persita datang sebagai lawan yang tidak bisa dianggap ringan. Kondisi itu membuat duel kandang menjadi salah satu titik krusial untuk menjaga peluang Pesut Etam tetap hidup di papan atas.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menekankan pentingnya dukungan suporter pada fase ini. Ia menilai semangat penonton bisa membantu tim menjaga tenaga juang dan konsistensi permainan Mariano Peralta serta rekan-rekannya.
“Final kami berikutnya adalah Persita Tangerang. Ini pertandingan yang sulit, karena Persita adalah tim yang kuat. Makanya saya bilang, kami sangat berharap dukungan suporter. Bantu kami berjuang untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan kandang,” ujar Dandri Dauri.
Jadwal sisa yang menentukan nasib
Setelah meladeni Persita di Samarinda, Borneo FC harus menempuh dua laga tandang beruntun. Bali United dan Persijap Jepara menjadi dua lawan berikutnya yang menunggu di luar kandang.
Rangkaian itu kemudian ditutup dengan pertandingan terakhir melawan Malut United di kandang sendiri. Dari empat laga tersisa inilah peluang Borneo FC akan benar-benar diuji, sekaligus menentukan apakah Kalimantan akhirnya memiliki raja baru di Liga Indonesia.
Di tengah jarak poin yang begitu tipis, manajemen klub juga sudah mulai menggaungkan ambisi besar itu melalui situs resmi klub. Atmosfer di sekitar tim pun ikut menguat karena kesempatan meraih sejarah kini terasa jauh lebih nyata daripada musim-musim sebelumnya.